Ngopi Santai

Si Bening yang Bersemayam di Perut Raja Laut

Tiba-tiba tergelitik, mengapa Indonesia atau Bali tidak meniru langkah negeri Afrika tersebut? Larang penuh penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Si Bening yang Bersemayam di Perut Raja Laut
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pemulung memungut sampah plastik di Pantai Kedonganan, Badung, Sabtu (26/1). Sampah musiman ini memberi keuntungan bagi pemulung yang bisa mengumpulkan sampah plastik 70 kilo per hari 

Pelarangan penggunaan kantong plastik memicu inisiatif dan kegairahan baru di kalangan warga untuk mencari pengganti yang inovatif. Sorang siswi di Kenya timur menciptakan tas dari daun pisang kering. Fotonya viral di media sosial. Banyak orang meniru langkahnya. Demikian pula aneka tas tradisional dari rajutan berbahan serat alami kembali bermunculan. Masyarakat Kenya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kantong plastik.

Tentu saja kebijakan berani itu bukan tanpa perlawanan. Penentang utama terutama datang dari kalangan industri plastik yang berjumlah 170 perusahaan. Kenya Association of Manufactures (KAM) beralasan warga yang terlibat dalam industri plastik di Kenya mencapai 60.000 orang atau 3 persen dari tenaga kerja di negara tersebut.

Mereka menggugat pemerintah Kenya agar membatalkan aturan ini. Namun pengadilan menguatkan keputusan pemerintah. Memasuki tahun kedua pelarangan kantong plastik sekali pakai ini ternyata tidak menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi berarti. Justru melahirkan industri baru yang produksinya lebih ramah lingkungan.

Kenya kini menjadi tempat belajar masyarakat dunia karena mau memilih opsi tegas. Tiba-tiba tergelitik, mengapa Indonesia atau Bali tidak meniru langkah negeri Afrika tersebut? Larang penuh penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Efeknya pasti sesuatu, lebih nyata hasilnya dibandingkan kondisi Bali hari ini. Bali bebas sampah (kantong) plastik niscaya menjadi promosi yang makin mengharumkan namanya. Bagaimana menurut tuan dan puan?  (dion db putra)

Penulis: DionDBPutra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved