Barong Karate Famili Raih Tiga Medali 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019

Barong Karate Famili (BKF) berhasil memperoleh 3 medali di 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019

Barong Karate Famili Raih Tiga Medali 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019
Dok I Putu Dedi Mahardika
Tim BKF saat berada di 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019. Barong Karate Famili Raih Tiga Medali 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019 

Barong Karate Famili Raih Tiga Medali 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Barong Karate Famili (BKF) berhasil memperoleh 3 medali di 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019, di Huamark Indoor Stadium, Bangkok, Thailand, 12-14 Juli 2019.

Pelatih BKF, I Putu Dedi Mahardika menyampaikan, dari enam atlet yang dikirim mengikuti kejuaraan tersebut, ada tiga atlet yang berhasil memperoleh 1 medali emas dan 2 medali perak.

Para atlet tersebut ialah Ni Made Meriantini berhasil memperoleh medali emas di kategori Kumite Junior Putri - 53 Kg, medali perak berhasil diperoleh Ni Made Dwi Kartika Apriyanti di kategori Kumite Kadet Putri +54 Kg dan Fransiskus Fina Saunoa di kategori Kumite -55 Kg Putra. 

Ia berkata para atlet karate BKF bertanding dengan bagus pada 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019.

Dapat Bantuan Dana, I Wayan Sengod Kembali Dirawat di RSUP Sanglah

Berkah Fenomena Be Kampih Bagi Nelayan, Agung Putri: Buat Nambah-nambah Penghasilan

“Anak-anak bertanding bagus sekali di dalam kejuaraan yang diikuti oleh 19 negara ini. Memang paling berat ketika anak-anak harus mengadapi atlet dari tuan rumah (Thailand), kedua atlet/finalis yang berakhir perak itu semuanya menghadapi tuan rumah, dan memang faktor non-teknisnya besar (seperti dukungan suporter). Kebetulan Ni Made Meriantini finalnya menghadapi atlet dari Nepal dan dapat mengungguli lawannya,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (16/7/2019).

Ia berkata, saat pertandingan berlangsung mental para atlet karate BKF juga bagus dan sangat percaya diri saat bertanding.

“Mental anak-anak bagus, bertanding di negeri orang itu seakan mereka merajai lapangan, anak-anak mentalnya bagus dan luar biasa, sangat percaya diri. Memang kami sebelumnya mempersiapkan ini betul, menggembleng/menempa mereka selama dua minggu, setiap pagi dan sore hari untuk mempersiapkan mereka di event seperti itu,“ lanjutnya.

Ia pun tak memiliki perasaan kecewa pada hasil yang dicapai para atlet BKF di sana, karena mereka telah menunjukan performa terbaik dan luar biasa saat bertanding.

Kejaksaan Klungkung Bakar 19 Gram Sabu-sabu, Pemusnahan Barang Bukti Tindak Kriminal

5 Video Mesum Yang Diduga Diperankan Oknum Perwira Polda Bali Beredar, Begini Nasibnya Kini

Dedi berkata, perolehan medali tersebut juga sudah sesuai dengan target awal.

“Sebenarnya kemarin saya menargetkan 1 medali emas dan itu sudah terbukti, tetapi pada saat kedua anak-anak (yang mendapatkan perak) itu final, saya sebenarnya berharap mereka mendapatkan medali emas karena saya melihat secara teknis para atlet kami lebih bagus lah dari mereka, tetapi memang faktor non-teknis tetap ganjalan berat di olahraga tak terukur ini,” katanya.

Ia pun berharap para atlet tersebut dapat terus mengikuti kejuaraan internasional seperti 9th Thailand Open Karate-Do Championship 2019, karena menurutnya para atlet BKF ini memerlukan jam terbang lebih banyak agar dapat berkembang lebih baik lagi.

“Saya berharap atlet ini dapat kita berangkatkan terus secara kontinu, terutama di kejuaraan-kejuaraan internasional berkualitas karena target sebenarnya di Barong Karate Famili ini adalah anak-anak bisa memperkuat Bali di PON 2024, jadi kami mempersiapkan dari jauh-jauh hari dan kelak berharap tahun 2024 itu mereka bisa mempersembahkan medali emas untuk Bali,“ ucapnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved