Dalam Kondisi Kritis, Wayan Songed Dipulangkan Paksa dari RSUP Sanglah, Ini Penyebabnya 

Selang infus terpasang di hidung I Wayan Sengod (43).Korban penganiayaan ini terbaring kritis di ruang UGD RSUD Karangasem, Selasa (16/7).

Dalam Kondisi Kritis, Wayan Songed Dipulangkan Paksa dari RSUP Sanglah, Ini Penyebabnya 
Tribun Bali/Saiful Rohim
KRITIS - I Nyoman Sengod sedang dirawat di RSUD Karangasem, Selasa (16/72019). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Selang infus terpasang di hidung I Wayan Sengod (43).

Korban penganiayaan ini terbaring kritis di ruang UGD RSUD Karangasem, Selasa (16/7).

Ia sempat dirawat di RSUP Sanglah sebelum dipulangkan paksa keluarga lantaran tidak memiliki biaya untuk operasi.

Songed dibawa pulang oleh keluarganya kemarin. Ini lantaran pihak keluarga tak punya biaya operasi sebesar Rp 150 juta.

Pengobatan warga asal Banjar Bau Kawan, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang ini tak bisa ditanggung BPJS akibat penganiayaan keras.

"Keluarga yang minta pulang. Pasien dibawa ke rumah. Tadi (kemarin) pagi ada seseorang yang mau membantu biaya pengobatan dan mengambil pasien di rumahnya untuk dibawa ke RSUD Karangasem. Semoga dapat pengobatan sehingga cepat sembuh," ujar keluarga pasien, Nyoman Karta.

Ia ceritakan, Sengod dalam kesehariannya adalah petani. Hidupnya pun serba kekurangan.

Sengod mengalami luka di kepala, hidung patah, dan kaki retak setelah dihajar I Nyoman Giri (47) karena dendam piutang. Mereka berkelahi saat keduanya mabuk tuak. 

"Untuk yang mendengar dan mengetahui mohon bantuan untuk biaya pengobatan pasien agar pasien sembuh seperti sedia kala," harap Karta.

Diberitakan sebelumnya, Nyoman Sengod dihajar Wayan Giri.

Dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga ini berkelahi di pinggir jalan di Banjar Bau Kawan, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Sabtu (13/7) sore.

Giri menghajar Sengod dengan gagang cangkul. Kasus ini dilatari dendam lama utang piutang.

Kapolsek Abang, AKP Nyoman Wiranata mengungkapkan, tersangka dan barang buktinya sudah diamankan. Beberapa saksi sudah diperiksa.

Tersangka dikenai pasal 351 ayat 2 terkait penganiayaan dengan luka berat. Ancaman hukum minimal sampai lima tahun. Kasus sudah ditangani Polsek Abang. (*) 

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved