Serba Serbi

Dewi Durga Digambarkan Mengendarai Harimau dan Bertangan Banyak, Begini Filosofinya

Dewi Durga selama ini dipandang sebagai seorang dewi pahlawan dengan sifat-sifat tegas dan heroik di dalam menumpas kejahatan

Dewi Durga Digambarkan Mengendarai Harimau dan Bertangan Banyak, Begini Filosofinya
Istimewa/Wikipedia
Ilustrasi Dewi Durga - Dewi Durga Digambarkan Mengendarai Harimau dan Bertangan Banyak, Begini Filosofinya 

Dewi Durga Digambarkan Mengendarai Harimau dan Bertangan Banyak, Begini Filosofinya

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewi Durga selama ini oleh masyarakat selalu digambarkan dengan sosok menyeramkan.

Dosen Politeknik Negeri Bali yang juga penulis beberapa buku seperti Siwa Budha di Indonesia, IB Putu Suamba mengatakan Dewi Durga selama ini dipandang sebagai seorang dewi pahlawan dengan sifat-sifat tegas dan heroik di dalam menumpas kejahatan.

Digambarkan mengendarai seekor singa atau harimau, mempunyai delapan hingga delapan belas tangan, masing-masing tangan memegang senjata untuk menghancurkan atau menciptakan.

"Ia sering dilukiskan sebaga dewi yang gagah perkasa di tengah-tengah medan perang melawan Mahishasura. Ikonografi beliau dalam bentuk gerak dinamik, namun mukanya masih tetap tenang dan serius," kata Suamba dalam Rembug Sastra Purnama Bhadrawadha, Selasa (17/7/2019) malam, di Pura Jagatnata Denpasar.

Perbaikan Terganjal Rencana Pembangunan Puspem, Nasib Gedung Rusak di Areal Sekretariat Bangli

Xpress Air Akan Buka Penerbangan Rute Banjarmasin-Banyuwangi

Menurut Suamba, penggambaran wajah Durga diambil dari kepercayaan bahwa beliau bersifat protektif dan keras bukan karena ia benci, ego atau karena mendapatkan kepuasan di dalam kekerasan, tetapi karena ia bertindak demi cinta kasih kepada kebaikan.

Secara tradisional Durga memegang berbagai senjata yang biasa digunakakan oleh para dewa, dan para dewa memberikan Dewi Durga untuk memerangi kejahatan.

Hal itu dikarenakan para dewa tahu hanya Dewi Durga yang merupakan perwujudan Sakti (kekuatan, energi) yang bisa digunakan untuk mengalahkan kejahatan.

Setelah Lima Tahun, Dialog Dini Hari Kembali dengan Album Baru Parahidup

Pablo Benua Dikabarkan Cabut Kuasa 2 Pengacaranya, Farhat Abbas : Saya Belum Tahu

"Senjata-senjata yang dibawa yaitu cakra, terompet kulit kerang, busur, pedang, tombak, perisai dan jerat. Senjata-senjata ini dipandang oleh kaum Shakta sebagai senjata yang mencerminkan disiplin diri, pelayanan ikhlas tanpa pamrih kepada orang lain, menilai diri sendiri, pemujaan, penyerahan diri, mengingat mantra-mantra beliau, kegembiraan, dan meditasi," katanya.

Dewi Durga dianggap sebagai roh di dalam dan ibu tertinggi bagi semua ciptaan di dunia.

Suamba juga mengatakan, Dewi Durga dihormati oleh para tentara untuk bisa memberikan anugerah kepada senjata-senjata yang digunakan di dalam peperangan.

"Durga di dalam beberapa kuil dilukiskan sebagai Mahawidya atau Saptamatrka atau tujuh ibu sebagai bentuk Dewi Durga. Durga dilukiskan di dalam mitologi dalam berbagai bentuk dan nama, namun sesungguhnya semuanya itu merupakan aspek-aspek berbeda dari satu dewi," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved