Disdikpora Karangasem Akan Gelar Upacara Sisya Upanayana

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem akan menggelar upacara sisya upanayana untuk siswa 2019/2020

Disdikpora Karangasem Akan Gelar Upacara Sisya Upanayana
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika ditemui Tribun Bali, Rabu (17/7/2019). Disdikpora Karangasem Akan Gelar Upacara Sisya Upanayana 

Disdikpora Karangasem Akan Gelar Upacara Sisya Upanayana

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Berita Karangasem hari ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem akan menggelar upacara sisya upanayana untuk siswa 2019/2020 di Pura Lingga Puja Saraswati.

Upacara ini rencananya dilaksanakan, Senin (22/7/2019) mendatang pukul 06.30 Wita.

Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, peserta yang ikut sisya upanayana sekitar 1.000 orang.

Yakni siswa SMP 600 orang, SMK/SMA 400 orang. Wewalen penari rejang dewa 60 orang, ditambah pesantian, wargasari, dan seka gong.

TRIBUN WIKI : 5 Tempat Kursus Bahasa Inggris di Denpasar, Bisa Untuk Anak Usai Dini

Visit Orphanage House as Corporate Social Responsibility Program at Alaya Dedaun Kuta

"Pedanda yang akan muput 3 orang. Pedanda Siwa 2 orang, pedanda Budha 1 orang. Yaitu Ida Pedanda Gde Cau dari Geria Cau, Ida Pedanda Gde Merangi dari Geria Pendem, dan Ida Pedanda Gde Wanasari dari Geria Subagan," kata I Gusti Kartika, Rabu (17/6/2019).

Ditambahkan, upacara sisya upanayana atau pewintenan adalah penobatan dimulainya calon siswa menjadi siswa, yang intinya penyucian ditandai dengan natab banten agar siswa siap menerima ilmu pengetahuan yang lebih dikenal dengan pawintenan saraswati.

"Kegiatan sisya upanayana tidak hanya diikuti oleh murid tapi termasuk guru agar keduanya siap belajar dan mengajar," tambah Gusti Kartika, mantan guru di Kecamatan Sidemen.

Simbolisasi sisya upanayana dilakukan dengan memberi karawista kepada murid sebagai simbol penajaman pikiran dan diberikan benang upawita simbol meninggalkan sifat buruk.

700 Ribu Pengunjung dalam Setahun, Kebun Raya Bedugul Kini Kembangkan Tanaman Begonia

Keluarga Ungkap Perubahan Drastis Gaya Hidup Rey Utami Setelah Dinikahi Pablo Benua

Benang merah dan putih untuk menumbuhkan sifat baik dan kedewataan dalam diri.

Tujuan upacara pawintenan sisya upanayana yakni mebersihkan dan mempertajam pikiran.

Dengan pikiran yang tajam siswa mampu lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan atau proses aguron guron di sekolah.

Untuk memperhalus budi pekerti, berbicara sopan dan berprilaku yang baik.

"Melalui sisya upanayana diharapkan siswa akan memiliki kecerdasan intelektual, sosial, spiritual dan kecerdasan emosional sehingga menjadi tauladan bagi masyarakat," ungkap Gusti Kartika, pejabat asal Sidemen.

(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved