DLH Ajak Seluruh Elemen Desa Singakerta Bersih-bersih Selokan Kumuh di Jalan Raya Tebongkang Ubud

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, akan mengajak seluruh stakeholder di Desa Singakerta bergotong royong membersihkan kawasan kumuh tersebut

DLH Ajak Seluruh Elemen Desa Singakerta Bersih-bersih Selokan Kumuh di Jalan Raya Tebongkang Ubud
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Tim Pemkab Gianyar yang dipimpin Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra meninjau lokasi kumuh di Jalan Raya Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Rabu (17/7/2019). DLH Ajak Seluruh Elemen Desa Singakerta Bersih-bersih Selokan Kumuh di Jalan Raya Tebongkang Ubud 

DLH Ajak Seluruh Elemen Desa Singakerta Bersih-bersih Selokan Kumuh di Jalan Raya Tebongkang Ubud

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berita Gianyar hari ini, Tim Yustisi Perda tentang Pembuangann Sampah Sembarangan akhirnya menindaklanjuti laporan dan sorotan masyarakat, tentang kumuhnya selokan di Jalan Raya Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (17/7/2019).

Aksi bersih-bersih selokan kumuh ini akan dilakukan, Kamis (18/7/2019) esok.

Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, akan mengajak seluruh stakeholder di Desa Singakerta bergotong royong membersihkan kawasan kumuh tersebut.

Sebelum memantau kondisi selokan kumuh tersebut, tim yang terdiri DLH Gianyar, Satpol PP Gianyar, Bagian Hukum, Kepala UPTD Laboratorium, Kabit Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 menggelar rapat singkat di pendopo kantor DLH Gianyar.

Usai rapat, tim yang dipimpin Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra langsung mendatangi lokasi kumuh di jalan nasional tersebut.

Dapat Bantuan Dana, I Wayan Sengod Kembali Dirawat di RSUP Sanglah

Berkah Fenomena Be Kampih Bagi Nelayan, Agung Putri: Buat Nambah-nambah Penghasilan

Kujus dan tim Pemkab Gianyar yang didampingi aparatur Desa Singakerta, Bhabinkamtibmas dan Babinsa geleng-geleng kepala menyaksikan kekumuhan di lokasi yang berdekatan dengan SPUU Singakerta dan titik kemacetan itu.

“Di pinggir jalan hingga di dalam got sampah plastik hingga limbah domestik yang berbau menyengat, benar-benar mengusik kawasan. Ironisnya, keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ada di situ justru hanya jadi pajangan. TPSnya bersih tak ada sampahnya,” ujar Kujus.

Menurut Kujus, dan berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat kondisi ini disebabkan banyak faktor.

Selain kesadaran masyarakat masih rendah, kondisi ini juga disebabkan para pedagang kaki lima yang berjualan di dekat tempat ini enggan membuang sampah dan sisa minyak goreng ke TPS.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved