Kapal Terombang Ambing 12 Jam di Laut Utara Buleleng, Mesin Mati hingga Terseret Arus

Kapal Terombang Ambing 12 Jam di Laut Utara Buleleng, Mesin Mati hingga Terseret Arus

Kapal Terombang Ambing 12 Jam di Laut Utara Buleleng, Mesin Mati hingga Terseret Arus
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satu buah kapal, mengangkut barang dan 11 penumpang,  terombang ambing selama kurang lebih 12 jam diperairan laut utara Buleleng.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan dikonfirmasi Rabu (17/7/2019) malam mengatakan, kapal berwarna kuning itu mulanya berangkat pada Selasa (16/7/2019) malam, sekitar pukul 22.00, dari Banyuwangi, hendak menuju ke Sumenep, Jawa Timur.

Saat dalam perjalanan, mesin kapal tiba-tiba rusak dan mati.

Kapal pun terseret arus hingga ke wilayah utara laut Singaraja. 

Tim SAR yang menerima informasi pun bergegas melalukan pencarian.

Dikatakan Hendri, pihaknya melakukan pencarian pada Rabu siang sekira pukul 12.00 wita, dimulai dari perairan laut desa Celukan Bawang, Kecamatam Gerokgak, Buleleng.

"Kami cari ke arah utara. Total pergerakan 70 Nautical Mil. Kami berhasil menemukan kapal itu jam 4 sore, dalam posisi terombang ambing di wilayah perairan utara kota Singaraja," jelasnya.

Saat ditemukan, 11 penumpang dan tujuh ABKnya dalam keadaan sehat.

Selanjutnya TIM SAR pun membantu para ABK kapal tersebut untuk memperbaiki mesin yang rusak.

"Mesin kapal diperbaiki ditengah laut. Dan sekarang sudah melanjutkan kembali perjalanan menuju ke Sumenep," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved