Kehilangan Satu Kaki karena Kanker, I Nyoman Dharma Sukerta Butuh Uluran Tangan Dermawan

Orangtua I Nyoman Dharma Sukerta, Jro Mangku Nyoman Santi Artana menjelaskan, anaknya opname di RSUP Sanglah Denpasar sejak 26 Mei 2019.

Kehilangan Satu Kaki karena Kanker, I Nyoman Dharma Sukerta Butuh Uluran Tangan Dermawan
dok/ist
I Nyoman Dharma Sukerta bocah penderita kanker tulang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- I Nyoman Dharma Sukerta (12) harus menerima kenyataan pahit.

Murid kelas 6  SD 5 Gegelang, Manggis, Kabupaten Karangasem itu tak bisa lagi bermain dengan teman sebayanya.

Salah satu kakinya terpaksa diamputasi karena kanker tulang stadium empat yang menderanya.

Orangtua I Nyoman Dharma Sukerta, Jro Mangku Nyoman Santi Artana menjelaskan, anaknya opname di RSUP Sanglah Denpasar  sejak 26 Mei 2019.

"Opname sejak 26 Mei, baru keluar rumah sakit hari Senin kemarin (15/7/2019)," ujarnya, Selasa (16/7). Sebelum divonis  menderita  kanker tulang, bocah lelaki ini mengalami gejala sakit rematik sejak bulan Maret 2019.

Satu  bulan kemudian muncul benjolan sebesar telur ayam lalu berubah bengkak pada lutut kaki Sukerta.

"Terus dicek ke rumah sakit di Klungkung lalu dirontgen dan divonis tumor. Setelah itu, dirujuk ke RS Sanglah, dioperasi dan divonis tumor ganas stadium 4," tambahnya.

Jro Mangku Nyoman Santi Artana dan istrinya yang sehari-hari bekerja sebagai petani berharap mendapat uluran tangan para dermawan  untuk biaya pengobatan rawat jalan anak bungsunya tersebut.

"Pekerjaan tiang tinggal total karena mengurus perawatan anak saya. Saya berharap ada yang membantu untuk pengobatan rawat jalan. Perawatan tidak cukup 2 tahun, bisa lebih," katanya.

I Nyoman Dharma Sukerta saat ini menjalani rawat jalan dua kali seminggu di RSUP Sanglah Denpasar.  (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved