Mantan Dosen Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Kepemilikan Sabu-sabu

Berata Yasa dinilai bersalah karena diduga memiliki dan menguasai narkotik jenis sabu-sabu

Mantan Dosen Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Kepemilikan Sabu-sabu
Tribun Bali/I Putu Candra
Berata Yasa usai menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar, terkait perkara kepemilikan narkotik. Mantan Dosen Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Kepemilikan Sabu-sabu 

Mantan Dosen Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Kepemilikan Sabu-sabu

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berita Denpasar hari ini, I Ketut GD Berata Yasa (55) terus menutupi wajahnya, menghindar dari jempretan kamera awak media usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (16/7/2019).

Mantan dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar ini dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berata Yasa dinilai bersalah karena diduga memiliki dan menguasai narkotik jenis sabu-sabu.

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis.

"Kami akan mengajukan pembelaan tertulis, Yang Mulia," ujar Vania selaku anggota tim penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim pimpinan Sri Wahyuni Ariningsih.

Wanita Ini Tak Tahu Organ Intimnya ‘Kemasukkan’ Mentimun, Ini Yang Terjadi Padanya

Sandoz Siap Beri Kesaksian, Sidang Perkara Penggelapan Perizinan Pelabuhan Benoa

Sementara dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Agus mewakili Jaksa I Nengah Astawa dijelaskan, terdakwa Berata Yasa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman.

Oleh karena itu, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Ketut GD Berata Yasa, SH dengan pidana penjara selama lima tahun, dikurangi selama ditahan sementara. Denda Rp 800 juta subsider dua bulan penjara," tegas Jaksa Agus.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, bahwa perkara ini berawal ketika pada tanggal 8 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 Wita, terdakwa menelepon seseorang bernama Agus LP untuk memesan satu paket sabu-sabu seharga Rp 400 ribu.

Berselang beberapa jam kemudian, terdakwa ditelepon oleh Agus LP untuk mengambil tempelan sabu-sabu yang ditaruh dekat tiang listrik di depan rumah terdakwa, Jalan Imam Bonjol No.33, Banjar Celangi Gendong, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Selatan.

Pemkab Harus Kawal Kelanjutan Pelabuhan Gunaksa

Rumah Jabatan Bupati Gianyar Akan Ada Kolam Renang

"Setelah menemukan satu buah spidol warna hitam, terdakwa menaruh atau menyimpannya disaku bagian belakang sebelah kiri celana Jeans yang terdakwa pakai kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah," terang Jaksa Astawa pada sidang sebelumnya.

Tak berselang lama setelah terdakwa mengambil sabu-sabu tersebut, aparat Sat Narkoba Polres langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Dari tangan terdakwa, aparat berhasil mengamankan satu buah spidol warna hitam yang didalamnya terdapat 1 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,18 gram netto.

"Petugas bertanya kepada terdakwa, barang apa ini, dari mana anda mendapatkannya dan untuk apa. Kemudian terdakwa menjawab, sabu-sabu pak, saya beli dari orang yang bernama Agus LP untuk saya pakai," beber jaksa menirukan percakapan antara aparat dan terdakwa saat penangkapan.

Selain itu saat dilakukan penggeledahan di kamar terdakwa, ditemukan satu buah alat hisap sabu-sabu (bong), satu buah korek api, 1 potong pipet yang ujungnya berbentuk lancip, dan 1 handphone merek Samsung. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved