Perbaikan Terganjal Rencana Pembangunan Puspem, Nasib Gedung Rusak di Areal Sekretariat Bangli

Beberapa bangunan nampak compang-camping, dan terkesan kurang diperhatikan dan tak terurus

Perbaikan Terganjal Rencana Pembangunan Puspem, Nasib Gedung Rusak di Areal Sekretariat Bangli
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kondisi gedung BMB, Selasa (16/7/2019). Perbaikan Terganjal Rencana Pembangunan Puspem, Nasib Gedung Rusak di Areal Sekretariat Bangli 

Perbaikan Terganjal Rencana Pembangunan Puspem, Nasib Gedung Rusak di Areal Sekretariat Bangli

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Berita Bangli hari ini, berada di satu wilayah Sekretariat Bangli, kondisi gedung perkantoran tidak seluruhnya mulus. Beberapa bangunan justru nampak compang-camping, dan terkesan kurang diperhatikan.

Salah satunya bangunan Koperasi Eka Praja. Bangunan yang terletak di Barat tempat parkir mobil pemadam kebakaran ini, mengalami kerusakan pada bagian plafonnya.

Bahkan, satu dari lima blok bangunan, tampak rusak parah pada bagian atapnya, serta memberi kesan bangunan itu sudah lama tidak digunakan.

Kondisi serupa juga tampak pada bangunan bekas kantor BPBD Bangli. Bangunan yang terletak di selatan koperasi Eka Praja ini plafonnya telah rusak.

Salah satu bangunan di koperasi Eka Praja, Selasa (16/7/2019).
Salah satu bangunan di koperasi Eka Praja, Selasa (16/7/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Pun demikian pada gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB). Meskipun hingga kini masih aktif, bangunan tiga lantai itu terlihat kropos pada bagian atap yang diduga berbahan triplek.

Xpress Air Akan Buka Penerbangan Rute Banjarmasin-Banyuwangi

Setelah Lima Tahun, Dialog Dini Hari Kembali dengan Album Baru Parahidup

Kabag Umum Setda Bangli, I Kadek Mahindra Putra saat dikonfirmasi Selasa (16/7/2019) tidak memungkiri terkait kerusakan sejumlah bangunan itu.

Kata dia, seperti gedung BMB, kerusakan sudah diketahui sejak awal tahun 2018. Meski demikian, volume kerusakan tergolong ringan.

"Memang beberapa titik ada yang bocor. Namun kerusakan masih tergolong ringan. Seiring berjalannya waktu, pada awal tahun 2019 volume kerusakan kini masuk kategori berat," ucapnya.

Kondisi gedung BMB, Selasa (16/7/2019).
Kondisi gedung BMB, Selasa (16/7/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Mahindra mengaku, pihak dia sejatinya sudah berupaya mengajukan anggaran perbaikan. Namun belum bisa dilakukan lantaran terbentur rencana pembangunan pusat pemerintahan (puspem), sesuai masterplan dari Bappeda.

"Karena ada rencana itu, kita tidak diizinkan melakukan perbaikan," ujarnya.

Terkait kondisi bangunan saat ini, Kadek Mahindra mengatakan pihaknya kini masih menunggu konfirmasi dari Bappeda untuk langkah pemeliharaan.

Pablo Benua Dikabarkan Cabut Kuasa 2 Pengacaranya, Farhat Abbas : Saya Belum Tahu

Polytron Zeromatic Belleza Turut Merayakan Indahnya Persatuan Indonesia

Menurutnya, dengan kerusakan yang terjadi butuh upaya rehab berat. Anggaran yang dibutuhkan juga tergolong tinggi, yakni sekitar Rp 700 juta.

Kondisi gedung BMB, Selasa (16/7/2019).
Kondisi gedung BMB, Selasa (16/7/2019). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

"Kami juga telah mengakujan surat ke Dinas PUPRKim untuk kajian teknis struktur, tiga bulan lalu. Kajian itu menilai apakah bangunan tersebut masih layak untuk digunakan lagi dengan rehab, atau perlu pembangunan baru. Andaikan keputusan tidak layak, maka aset bangunan itu akan dihapuskan. Jadi keduanya kami jalankan. Perbaikan kami usulkan di APBD tahun 2020 mendatang, kalaupun nanti rencana puspem jalan, ya puspem yang duluan," bebernya.

Pun demikian dengan perbaikan gedung lainnya. Pihaknya juga masih menunggu penyesuaian rencana puspem, sehingga perbaikan yang dilakukan nantinya tidak mubazir.

"Kalau memang rencana puspem tidak jadi, dan ada rencana bangunan tersebut akan dimanfaatkan ya kita perbaiki. Kasihan kan ada gedung tidak dimanfaatkan? Untuk perbaikan bengunan dekat koperasi itu, membutuhkan rehab ringan. Kebutuhan anggarannya diperkirakan Rp 200 juta. Anggaran ini sudah termasuk perbaikan gedung eks kantor BPBD Bangli yang terletak disebelah selatannya," tandas pria asal Desa Kedisan, Kintamani ini. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved