Bali Masuk Destinasi Wisata Defisit Air, Made Iwan: Harus Ada Perda Perlindungan Air dan Dewan Air

Dari data 45 destinasi wisata tersebut, Bali adalah salah satunya, dan disimpulkan mengalami kekurangan air sangat tinggi

Bali Masuk Destinasi Wisata Defisit Air, Made Iwan: Harus Ada Perda Perlindungan Air dan Dewan Air
Tribun Bali
Seorang warga Banjar Keresek, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem berjalan kaki sejauh dua kilometer mencari air bersih, Minggu (21/5/2017). Bali Masuk Destinasi Wisata Defisit Air, Made Iwan: Harus Ada Perda Perlindungan Air dan Dewan Air 

Bali Masuk Destinasi Wisata Defisit Air, Made Iwan: Harus Ada Perda Perlindungan Air dan Dewan Air

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengenai permasalahan defisit air, Manager Bali Concervation International (CI) Indonesia, Made Iwan Dewantama mengatakan sampai saat ini belum ada data yang sinkron mengenai hal tersebut.

Meski begitu dirinya mengajak bahwa hal ini harus menjadi peringatan bersama dalam menyikapi adanya defisit air di Bali.

Iwan mengatakan, ia bisa melihat data yang dikeluarkan oleh IDEP Foundation bersama Politeknik Negeri Bali pada tahun 2018 yang mengatakan bahwa lima kabupaten di Bali telah mengalami intrusi.

"Ketika ada instrusi, ini indikator jelas pengambilan air tanah udah over gitu aja," tuturnya saat ditemui di Denpasar belum lama ini.

Selain itu Iwan juga mengacu pada data International Tourism Partnership (ITP) yang melakukan kajian global yang menemukan 45 destinasi wisata di dunia yang bermasalah dengan air.

Dari data 45 destinasi wisata tersebut, Bali adalah salah satunya, dan disimpulkan mengalami kekurangan air sangat tinggi.

"Itu lembaga internasional yang ngeluarin, namanya ITP (atau) International Tourism Partnership. Lembaga global sudah ngomong begitu masak kita ongkang-ongkang kaki, santai-santai saja," tegasnya.

Kios Cendera Mata di DTW Bedugul Tak Kunjung Buka, 17 Kios Disebut Sudah Disewakan ke Masyarakat

Kiper Muda Bali United, Dicky Indrayana Cerita Kenangan Manis saat MOS SMP

"Yang luar saja, bilang kita ini sudah sangat berbahaya kondisi airnya. Ditambah data-data kita, sama enggak, kalau sama ya berarti ada persoalan," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved