Berita Banyuwangi

Desainer Banyuwangi Angkat Budaya Daerah, Ramaikan Banyuwangi Fashion Festival 2019

Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal

Desainer Banyuwangi Angkat Budaya Daerah, Ramaikan Banyuwangi Fashion Festival 2019
Surya/Haorrahman
Mengangkat perancang busananya, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fashion Festival (BFF). Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya, Rabu (17/07/2019) malam. Desainer Banyuwangi Angkat Budaya Daerah, Ramaikan Banyuwangi Fashion Festival 2019 

Desainer Banyuwangi Angkat Budaya Daerah, Ramaikan Banyuwangi Fashion Festival 2019

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Mengangkat perancang busananya, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fashion Festival (BFF).

Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya, Rabu (17/07/2019) malam.

Ajang BFF kali ini melibatkan 11 desainer lokal yang tergabung dalam Komunitas Designer Banyuwangi (KDB).

Ada Sanet Sabintang, Olis, Isyam Syamsi, Eko P, Amuzaki, Setya, Ridho, dan Rizkyesa. Ada juga Nirmala, Esy, Ocha, dan Almira.

Para perancang ini sepakat mengangkat rancangan dengan tema pesona seni budaya Banyuwangi.

Muncul lah busana dengan tema Mystic of Gandrung Banyuwangi, Jaripah, Panjer Keling, the Secret of Jaran Goyang, Barong Sunar Udara, hingga Janger Banyuwangi.

Mengangkat perancang busananya, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fashion Festival (BFF). Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya, Rabu (17/07/2019) malam.
Mengangkat perancang busananya, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fashion Festival (BFF). Sebanyak 11 desainer fashion daerah menampilkan 80 koleksi busananya yang menawan bertema tradisi lokal di panggung Gedung Seni Budaya, Rabu (17/07/2019) malam. (Surya/Haorrahman)

Seperti disajikan desainer Ridho dari Batik Sisik Melik yang mengangkat tema “Puter Kayun”, sebuah tradisi napak tilas warga Boyolangu menaiki delman dari Boyolangu menuju Watu Dodol.

Desain Mobil Baru Dongkrak Perolehan BBNKB Bali, Realisasi Semester I Capai 54,07 Persen

Mengaku Bergelar SH Dan Pengacara, Pihak Kampus Beberkan Fakta Barbie Kumalasari: Kuliah 2 Tahun

Kekhasan budaya itulah yang diangkat Ridho dan diwujudkan dalam 8 busana Men’s Wear-nya.

Dalam rancangannya, Ridho banyak menggunakan kain katun dengan jenis “swade” warna cokelat, yang diidentikkan dengan kuda. Tali-tali yang banyak dimunculkan di busananya diibaratkan tali delman yang mengikat kuda.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved