Komponen Desa Singakerta Turun Tangan, Got Kumuh di Tebongkang Akhirnya Kinclong

Berita Gianyar hari ini datang dari Kawasan kumuh di Jalan Raya Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud yang akhirnya bersih dari sampah.

Komponen Desa Singakerta Turun Tangan, Got Kumuh di Tebongkang Akhirnya Kinclong
Tribun Bali/Eri Gunarta
Aksi gotong royong yang dilakukan DLH Gianyar bersama semua komponen di Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Berita Gianyar hari ini datang dari kawasan kumuh di Jalan Raya Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud yang akhirnya bersih dari sampah, Kamis (18/7/2019).

Kondisi ini terjadi setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, mengajak seluruh komponen masyarakat di desa setempat, turun langsung untuk membersihkan sampah.

Rute Istanbul-Bali Dilayani Turkish Airlines, Kemenpar Optimistis Kunjungan Wisman Meningkat

9 Tanda Anda Mengidap Penyakit Lemak Hati, Diantaranya Sering Merasa Bingung

Kios Cendera Mata di DTW Bedugul Tak Kunjung Buka, 17 Kios Disebut Sudah Disewakan ke Masyarakat

Muncul di TV, Istri Pertama Ungkap Nama Asli Pablo Benua : Pablo Singkatan Pau Pau Bloon

Meski demikian, bau amis dari limbah cair masih belum sepenuhnya hilang.

DLH Gianyar lantas menyerahkan pembersihan tersebut pada alam.

Adapun komponen Desa Singakerta yang melakukan gotong-royong membersihkan kekumuhan di jalur pariwisata internasional ini, di antaranya Perangkat Desa Singakerta, BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para pedagang dan masyarakat setempat.

Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, dilibatkannya para pedagang dalam aksi ini karena merekalah pihak yang paling produktif menghasilkan sampah.

Baik plastik maupun limbah cair yang berbau menyengat.

Pejabat asal Desa Lebih ini pun telah meminta para pedagang supaya mengubah mindsetnya.

Supaya meski telah membayar retribusi namun tidak seenaknya membuang sampah ke selokan.

“Walaupun pedagang telah membayar retribusi, tapi mereka juga harus punya kepedulian tentang kebersihan lingkungan. Tentu tidak sepantasnya masyarakat membuang sampah secara ilegal, hanya karena telah membayar retribusi ataupun pajak,” ujar Kujus.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved