Tinggalkan Dapur Untuk Nonton TV, Jro Ni Ketut Juniati Lupa Kalau Kompor Masih Menyala

Kebakaran disebabkan oleh kompor yang sempat meledak, setelah ditinggal dalam keadaan menyala

Tinggalkan Dapur Untuk Nonton TV, Jro Ni Ketut Juniati Lupa Kalau Kompor Masih Menyala
Damkar Klungkung
Petugas Damkar memadamkan api di bangunan dapur milik Jro Ni Ketut Juniati, di Gria Cucukan, Desa Selat, Rabu (17/7/2019) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kejadian kabakaran terjadi di Banjar Cucukan, Desa Selat, Klungkung, Bali, Rabu malam (17/7/2019) malam.

Kebakaran disebabkan oleh kompor yang sempat meledak, setelah ditinggal dalam keadaan menyala

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.

Bermula ketika pemilik rumah, Jro Ni Ketut Juniati memasak kediamannya.

Namun ketika memasak, ia meninggalkan dapur ke ruang sebelah. Juniati tidak sadar, ia ketika itu dirinya belum mematikan kompor

"Jadi kompornya yang dalam keadaan menyala, ditinggal begitu saja untuk menonton tv," ungkap Putu Suarta, Kamis (18/7)

Sekitar 10 menit ditinggal untuk menonton tv, tiba-tiba Jro Ketut Juniati melihat kepulan asap dari dapur. Ketika menuju dapur, Jro Ketut Juniarti sudah melihat kobaran api di dapur

"Melihat kejadian itu, korban (Jro Ketut Juniarti) langsung panik dan teriak minta tolong keluar rumah," jelad Putu Suarta

Warga pun sempat membunyikan kulkul bulus, sehingga warga di Banjar Cucukan berkumpul keluar rumah.

Warga lalu bergotong royong berusaha memadamkan api, dengan alat-alat manual sembari menunggu petugas damkar

Petugas damkar lalu tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita.

Ada tiga armada damkar, dan satu unit mobil tangki turun ke TKP untuk memadamkan api.

Proses pemadaman api juga melibatkan 10 personel damkar

"Proses pemadaman sekitar sejam. Api mampu kami padamkan sekitat pukul 21.40 Wita," jelas Putu Suarta

Akibat kebakaran tersebut, ruangan dapur dengan luas 4x10 meter hangus terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved