Belum Ada Aktivitas Jual Beli, Operasional Pasar Loka Crana Molor

Sepuluh hari pasca pengundian kios, hingga kini Pasar Terminal Loka Crana belum tampak aktivitas

Belum Ada Aktivitas Jual Beli, Operasional Pasar Loka Crana Molor
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana Pasar Terminal Loka Crana, Kamis (18/7/2019). Belum Ada Aktivitas Jual Beli, Operasional Pasar Loka Crana Molor 

Belum Ada Aktivitas Jual Beli, Operasional Pasar Loka Crana Molor

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sepuluh hari pasca pengundian kios, hingga kini Pasar Terminal Loka Crana belum tampak aktivitas sedikitpun.

Padahal sesuai target awal, pasar dengan kapasitas 157 kios itu mulai beroperasi tanggal 12 Juli 2019.

Sesuai pantauan Kamis (18/7/2019), aktivitas yang nampak hanya pada areal terminal atau di lantai dasar.

Sedangkan aktivitas pasar cenderung nihil. Nampak pintu gerbang utama juga masih digembok.

Demikian pula dengan sejumlah kios di dalam juga terlihat masih rapi layaknya saat pengundian lalu.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, sejatinya tanggal 12 Juli 2019 pasar sudah mulai beroperasi. Selanjutnya tanggal 16 Juli 2019 dilakukan persembahyangan bersama.

BERITA FOTO: Suzuki Jimny Generasi Empat di GIIAS 2019, Harga Mulai Rp 315,5 Juta

Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Deportasi WNA Rusia

Hal tersebut diungkapkan saat pengundian ruko bagi para pedagang kain, aksesori, maupun pedagang sandal dan sepatu pada Senin (8/7/2019) lalu.

Kasi Ketersedian dan Penyaluran Disperindag Bangli, Dewa Ketut Kantor, secara implisit mengakui molornya operasional Pasar Loka Crana.

Alasannya, terdapat beberapa pedagang lama yang kini memutuskan untuk pindah. Di lain sisi, dirinya juga masih menunggu kesiapan dan kesediaan para pedagang lama dipindahkan dari Pasar Kidul ke Pasar Terminal Loka Crana.

“Iya, saya lihat dan pantau hari ini memang belum (dibuka). Ini karena ada beberapa pedagang lama yang sebelumnya enggan pindah, kini mendaftar untuk pindah. Mungkin karena dilihat prospeknya bagus. Sehingga terjadi lagi perubahan jumlah pedagang yang mendaftar,” katanya.

Curhat Caleg Yang Fotonya Digugat Karena Terlalu Cantik : Seolah Saya Melakukan Kebohongan Publik

Toyota Perkenalkan 3 Mobil Terbaru di GIIAS 2019, Legenda Mobil Balap Toyota

Ia menambahkan, Pasar Loka Crana memang diprioritaskan untuk pedagang lama. Ini merupakan bentuk penghargaan sebab diketahui aktif serta rajin berkontribusi.

Disinggung mengenai berapa banyak jumlah pedagang lama yang telah mendaftar, Dewa Kantor enggan menyebutkan jumlahnya, dengan alasan datanya berada di kantor.

“Prioritas kami memang untuk pedagang lama. Ini terkait dengan daya tampung, agar tidak ada masalah yang muncul setelah nantinya ditempatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadisperindag Bangli I Nengah Sudibia ketika dikonfirmasi mengenai alasan molornya operasional pasar serta jumlah pedagang lama yang telah mendaftar, tidak mengangkat telepon.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved