Curhatan Kepala SDN 7 Tianyar, Minim Guru dan Siswa, Inikah Potret Pendidikan di Karangasem?

tenaga pengajar kami terbatas. Walaupun jumlah murid sedikit, hanya tiga sampai enam orang perkelas, tapi murid membutuhkan pelajaran.

Curhatan Kepala SDN 7 Tianyar, Minim Guru dan Siswa, Inikah Potret Pendidikan di Karangasem?
TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM
Siswa SDN 7 Tianyar, Kecamatan Kubu digabung saat proses belajar mengajar. 

Curhatan Kepala SDN 7 Tianyar, Minim Guru dan Siswa, Inikah Potret Pendidikan di Karangasem?

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Kondisi sekolah di daerah Karangasem, Bali, cukup memrihatinkan, selain minim pengajar juga kekurangan siswa.

Sekolah yang berada di tengah Desa Tianyar hanya memiliki lima guru.

Kelimanya mengurusi semua kegiatan dan operasional sekolah.

Kepala SDN 7 Tianyar, Nengah Manis Susila mengatakan, SDN 7 sudah sejak lama kekurangan tenaga pengajar.

Guru yang mengajar yakni kepala sekolah, guru agama berstatus PNS tapi sudah tua dan sakit-sakitan, guru Kelas VI berstatus PNS, Kelas V berstatus PNS, dan guru kelas IV berstatus kontrak.

Pedagang Bereaksi, Relokasi Pasar Amlapura Barat Sepakat Diundur

Bali Diprediksi Diguyur Hujan Selama 3 Hari Ke Depan, Waspada Ombak 3 Meter di Selat Bali dan Lombok

KRIS 118 Milik Kabupaten Klungkung Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

"Untuk kelas III, dan kelas I tidak ada guru kelas. Sedangkan kelas II memang tidak ada peserta didiknya karena tahun lalu tidak ada yang mendaftar. Kita kekurangan tenaga pengajar dan siswa," kata I Nengah Manis Susila, Jumat (19/7/2019).

Ditambahkan, tenaga pengajar kami terbatas. Walaupun jumlah murid sedikit, hanya tiga sampai enam orang perkelas, tapi murid membutuhkan pelajaran.

Proses belajar harus berjalan. Untuk itu, lanjut Manis Susila, sekolah mengemas agar peserta didik tetap berjalan, dapat pembelajaran.

Apabila semua guru hadir, proses belajar mengajar bisa dilakukan per rombel. Namun bila ada guru yang tak hadir siswa digabungkan dengan mata pelajaran berbeda.

Cara ini ditempuh untuk menjaga agar kelas lebih kondusif. Langkah ini dilakukan di tahun pelajaran yang lalu.

"Untuk tahun pelajaran sekarang karena guru terbatas, maka satu guru bisa menjadi dua wali kelas, dengan kelas berbeda dan mata pelajaran yang berbeda pula. Untuk pembelajaran rencana akan digabung,"jelas Manis Susila, pria asli Tianyar.

11 Negara Uji Kekuatan di Bali Open Internasional Table Tennis Bali Police Commisioner Cup 2019

Keterangan Perbekel Mendoyo, Sebelum Meninggal Pemain Futsal Wanita Ini Diobati Balian

37 Atlet & Ofisial di Mendoyo Diduga Keracunan Nasi Bungkus, Nyawa Putu Suardaniasih Tak Tertolong

Tahun ini, SDN 7 Tianyar hanya mendapat tiga peserta didik baru.

Siswa yang mendaftar di SDN 7 Tianyar semua asli Tianyar Tengah, dan telah melakukan pendaftaran ulang.

Nengah Manis Susila mengatakan, jumlah siswa SDN 7 keselurahan sekitar 18 orang. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved