Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi

Cokorda Suarma Putra mengembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif di Burn Unit RSUP Sanglah

Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Korban tersambar api saat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Klungkung, Minggu (7/7/2019). Dua orang korban perawatan intensif setelah tubuhnya tersambar api ketika prosesi ngaben massal di Desa Negari, dan dirujuk ke RSUP Sanglah. Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi 

Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Berita Klungkung hari ini, insiden sambaran api dari kompor mayat ketika ngaben massal di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung, Minggu (7/7/2019) lalu, kembali menyebabkan korban jiwa.

Satu korban lainnya, Cokorda Suarma Putra mengembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif di Burn Unit RSUP Sanglah, Kamis (18/7/2019) kemarin.

Kepolisian pun terus melakukan penyelidikan, terlebih insiden ini menyebabkan dua korban jiwa.

"Kasus tersebut terus lanjut kami dalami," ujar Kapolsek Banjarangkan AKP Ketut Suaka Purnawasa, Jumat (19/7/2019).

Kapolsek yang belum genap sebulan memimpin Polsek Banjarangkan tersebut menjelaskan, selama ini pihak keluarga korban memang belum melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Meskipun masih bersifat pengaduan masyarakat, namun kasus ini tetap didalami oleh kepolisian.

Kisah Fikri Pengamen yang Disiksa & Dipaksa Mengakui Pembunuhan oleh Polisi, Kini Balik Menuntut Ini

TRIBUN WIKI - 10 Toko Oleh-oleh Pie Susu di Kota Denpasar, Ada yang Buka 24 Jam

"Laporan resmi itu perlu sebagai dasar kami menangani. Kami sudah sampaikan, tapi keluarga korban belum ada datang untuk melapor. Namun meskipun belum ada laporan, kami sudah bergerak,” tegas Suaka Purnawasa.

Sudah ada 6 saksi yang diperiksa kepolisian terkait insiden tersebut, termasuk pemilik kompor mayat, Ngakan Nyoman Berata.

Menurut Purnawasa, Ngakan Nyoman mengakui kelalaiannya mengoperasikan kompor mayat, hingga menyambar kerumunan warga yang hadir saat ngaben massal di setra Desa Adat Negari.

"Nanti akan kami dalami lagi," jelas Suaka Purnawasa

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved