Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi

Cokorda Suarma Putra mengembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif di Burn Unit RSUP Sanglah

Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Korban tersambar api saat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Klungkung, Minggu (7/7/2019). Dua orang korban perawatan intensif setelah tubuhnya tersambar api ketika prosesi ngaben massal di Desa Negari, dan dirujuk ke RSUP Sanglah. Dua Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Polsek Banjarangkan Periksa 6 Saksi 

Saksi yang diperiksa masih sebatas warga yang ada di TKP ketika kejadian. Keluarga korban juga belum dimintai keterangan karena masih berduka.

Sementara seluruh barang bukti dalam insiden tersebut, seperti kompor mayat beserta sekang dan tabungnya telah diamankan pihak kepolisian.

Harga Cabai Rawit Masih Melambung, Masih Mengandalkan Kiriman dari Luar Bali

Ratusan Tanaman Hias Kerap Hilang, Dinas Perkimta Buleleng Lapor Polisi

"Keluarga korban belum kami mintai keterangan karena masih berduka," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang warga yakni I Wayan Murdika (45), warga Desa Negari dan Cokorda Suarma Putra (65) asal Tampak Siring, Gianyar, harus dilarikan ke RSUP Sanglah karena menjadi korban luka bakar parah, ketika terjadi insiden saat prosesi ngaben massal di Desa Negari, Minggu (7/7/2019).

Berdasarkan keterangan warga, insiden tersebut terjadi ketika akan dilaksanakan pembakaran sawa (jenazah). Ketika akan dibakar, tiba-tiba selang dari kompor jenazah terlepas. Di saat bersamaan, tidak jauh dari lokasi ada warga yang menghidupkan dupa.

Akibatnya api menyambar selang kompor, yang berbahan bakar bensin bercampur solar. Tekanan udara dari kompor membuat api menyambar begitu liarnya sehingga membakar warga yang berkerumun di sekitar TKP.

I Wayan Murdika meninggal dunia, Kamis (11/7/2019), setelah dirawat itensif di Burn Unit RSUP Sanglah karena mengalami luka bakar lebih dari 70 persen.

Sementara Cokorda Suarma Putra meninggal dunia, Kamis (18/7/2019) sekitar pukul 04.00 Wita karena mengalami luka bakar lebih dari 50 persen. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved