Hunus Pedang di Jalan Pulau Batanta Denpasar, Nyoman Tinggal Divonis 5 Bulan

Pelaku yang menghunus pedang sambil mengancam pengguna jalan di Jalan Pulau Batanta, I Nyoman Tinggal (44) akhirnya menjalani sidang putusan

Hunus Pedang di Jalan Pulau Batanta Denpasar, Nyoman Tinggal Divonis 5 Bulan
Tribun Bali/Putu Candra
Divonis - Nyoman Tinggal saat menjalani sidang di PN Denpasar. Ia divonis 5 bulan penjara karena kepemilikan sajam, Kamis (18/7/2019).   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku yang menghunus pedang sambil mengancam pengguna jalan di Jalan Pulau Batanta, I Nyoman Tinggal (44) akhirnya menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (18/7).

Ia dijerat Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam (sajam) dan divonis lima bulan penjara oleh majelis hakim.

Menanggapi putusan itu, baik terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama-sama menerima.

"Terimakasih Yang Mulia. Kami menerima," ucap Ida Dewa Ayu Dwi Yanti selaku penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa.

Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan, bahwa terdakwa I Nyoman Tinggal telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak memasukan ke Indonesia, membuat, menerima, atau menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya sesuatu senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk (Slag, Steek, Of stootwapen).

Sebagaimana dakwaan tunggal, terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Nyoman Tinggal dengan pidana penjara selama lima bulan," tegas Hakim Ketua I Ketut Kimiarsa.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, awal mula kasus yang akhirnya menjerat Nyoman Tinggal, berawal ketika ia tengah berdiri di pinggir jalan.

Tepatnya di dekat jembatan, Jalan Pulau Batanta, Banjar Sebelanga, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, pada Selasa, 26 Maret 2019, sekira pukul 14.00 Wita.

Saat itu, Tinggal mengayun-ayun sebilah pedang bermata satu terbuat dari besi bergagang kayu dengan panjang 86 cm, sembari mengancam para pengguna jalan.

"Atas laporan masyarakat saksi I Ketut Artana dan I Made Murdana mengamankan terdakwa. Dari hasil interogasi awal, terdakwa mengakui bahwa pedang tersebut adalah miliknya yang sengaja terdakwa simpan untuk menjaga diri," beber jaksa kala itu. terdakwa saat itu dalam kondisi mabuk. (*) 

Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved