Operasional KBL Dimulai di Kawasan Pariwisata, GESIT Targetkan 10 Ribu Unit Sampai Akhir Tahun

Pemerintah Provinsi Bali kini mulai menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kendaraan bermotor listrik

Operasional KBL Dimulai di Kawasan Pariwisata, GESIT Targetkan 10 Ribu Unit Sampai Akhir Tahun
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Prof Putu Alit Suthanaya. Operasional KBL Dimulai di Kawasan Pariwisata, GESIT Targetkan 10 Ribu Unit Sampai Akhir Tahun 

Operasional KBL Dimulai di Kawasan Pariwisata, GESIT Targetkan 10 Ribu Unit Sampai Akhir Tahun

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini mulai menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Prof Putu Alit Suthanaya membenarkan saat ini dalam proses penyusunan Pergubnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya memang sempat terjadi perdebatan apakah akan menyusun Perda atau Pergub. Dan karena ingin cepat direalisasikan, maka diputuskan yang dibuat adalah Pergub.

“Tapi Pergub ini tentu menunggu Perpres diterbitkan terlebih dulu. Kita sudah punya draft Perpres, makanya Pergub disusun berdasarkan draft Perpres,” terang Prof Alit usai FGD terkait persiapan dan penyusunan pilot project implementasi kendaraan listrik di Bali di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (19/7/2019).

Tujuan dari disusunnya Pergub ini, intinya ketika Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) beroperasi di Bali harus sudah disiapkan dengan peraturan yang mengaturnya. Yang diatur kemudian mengenai aspek kebijakan, pengaturan sistem operasional KBL di Bali dan pengaturan insentif bagi pemilik KBL termasuk industrinya.

Mahasiswa KKN Curi HP Warga, Ngaku untuk Dipakai Sendiri

Ringin Belum Terima Surat Penahanan Simpul, Kasus Korupsi Dana Hibah Pembangunan Pura Paibon Tutuan

“Jangan sampai keduluan, kendaraannya sudah tiba di Bali tapi peraturan pendukungnya belum siap,” kata dia.

Sambungnya, ke depan sebagai prioritas awal yang akan dibuat adalah motor listrik, kemudian secara bertahap dibuat angkutan umum listrik.

Adapun skema awal penerapan KBL adalah di kawasan pariwisata seperti Nusa Dua, Kuta, dan Ubud.

Mengenai pembiayaannya akan dikelola oleh Perusda dengan pola KPBU (Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha).

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved