Rasio Kepemilikan Kendaraan Capai 0,97, Dishub Bali Selenggarakan FGD Kendaraan Listrik

Dishub Provinsi Bali menggelar FGD terkait persiapan dan penyusunan pilot project implementasi kendaraan listrik di Bali

Rasio Kepemilikan Kendaraan Capai 0,97, Dishub Bali Selenggarakan FGD Kendaraan Listrik
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Suasana FGD - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan dan penyusunan pilot project implementasi kendaraan listrik di Bali, yang dilaksanakan di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (19/7/2019). Rasio Kepemilikan Kendaraan Capai 0,97, Dishub Bali Selenggarakan FGD Kendaraan Listrik 

Rasio Kepemilikan Kendaraan Capai 0,97, Dishub Bali Selenggarakan FGD Kendaraan Listrik

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan dan penyusunan pilot project implementasi kendaraan listrik di Bali.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Samsi Gunartha menyampaikan saat ini rasio kepemilikan kendaraan bermotor di Bali mencapai 0,97. Artinya satu bayi yang baru lahir di Bali sudah mempunyai motor. 

Masalahnya adalah pendapatan asli daerah Bali sekitar 65 persen ditopang dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan PKB ketika adanya pengembangan motor listrik. 

Sekarang ini PKB yang besar didapat dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, namun dengan adanya Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) maka akan ada insentif berupa subsidi-subsidi terhadap para penggunanya.

Maka dari itu, kata dia, akan disiapkan skema-skema dan Pemprov Bali harus bermain diantara skema tersebut, ketika nanti Bali menjadi hub tempat perakitan KBL ini.

“PKB pasti akan ada penurunan, tetapi Pemprov harus memperoleh pendapatan dengan cara lain, yaitu dengan cara mengakomodir KBL. Akomodasinya bisa dalam bentuk pengembangan industrinya. Kan ada banyak komponen nih, komponen ini bisa dikumpulkan untuk menjadi satu di Bali. Kemudian pemuda Bali juga mulai berpikir supaya tidak sekadar hidup di pariwisata tapi menghasilkan sesuatu untuk pariwisata Indonesia,” terang Samsi saat ditemui Aula Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (19/7/2019).

Cokorda Suarma Putra, Korban Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Ini Kata Dokter Soal PL

58 Kasus Berhasil Diungkap Selama Operasi Pekat Agung 2019, Dua Kasus Ini Paling Menonjol

Bali ditargetkan menjadi referensi untuk pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) di Indonesia.

“Jadi kita bukan hanya pemakai, tapi Bali juga menjadi tempat dimana kendaraan (listrik) ini bisa keluar ke tempat lain. Jadi kalau cerita itu dapur kotornya boleh dimana-mana, tapi dapur bersihnya ada di Bali,” jelasnya.

Dengan begitu kalau industri KBL berkembang, maka tidak perlu lagi mengkhawatirkan mengenai pendapatan daerah karena Bali sudah menghasilkan sesuatu dari kebijakan clean energy dan green transport yang dikeluarkan.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved