Ringin Belum Terima Surat Penahanan Simpul, Kasus Korupsi Dana Hibah Pembangunan Pura Paibon Tutuan

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung ternyata belum menerima surat perihal penahanan I Nyoman Simpul karena tersangkut kasus korupsi

Ringin Belum Terima Surat Penahanan Simpul, Kasus Korupsi Dana Hibah Pembangunan Pura Paibon Tutuan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Klungkung, Ni Wayan Ringin. Ringin Belum Terima Surat Penahanan Simpul, Kasus Korupsi Dana Hibah Pembangunan Pura Paibon Tutuan 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung ternyata belum menerima surat perihal penahanan staf di instansi setempat, I Nyoman Simpul karena tersangkut kasus korupsi.

Terkait hal ini, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Klungkung, Ni Wayan Ringin, mengaku akan berkoordinasi dengan Sekda Putu Gede Winastra terkait status kepegawaian Nyoman Simpul.

"Saya baru tadi mengetahui staf saya (Nyoman Simpul) ditahan," ujar Ni Wayan Ringin saat ditemui di kantornya, Kamis (18/7/2019).

Wayan Ringin menjelaskan, Nyoman Simpul selama ini tidak pernah bercerita terkait kasus yang menjeratnya.

Menurut Ringin, Nyoman Simpul selama ini termasuk pegawai yang sangat rajin masuk kerja.

Cokorda Suarma Putra, Korban Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Ini Kata Dokter Soal PL

58 Kasus Berhasil Diungkap Selama Operasi Pekat Agung 2019, Dua Kasus Ini Paling Menonjol

"Tapi dia memang sudah mengajukan cuti sejak tanggal 18 Juli sampai 9 Agustus. Alasannya karena ada Dewa Yadnya. Karena itu hak yang bersangkutan, saya izinkan. Saya tidak tahu ia akan ditahan," ungkap Ringin.

Menanggapi hal ini, pihaknya pun berencana menghadap Sekda Putu Gede Winastra terkait status kepegawaian Nyoman Simpul.

Pihaknya akan meminta petunjuk untuk mengambil kebijakan terhadap stafnya tersebut.

"Memang dari BKD juga sudah ada menelepon dan bertanya apakah sudah ada pemberitahuan terkait penahanan staf kami. Tapi memang belum ada surat pemberitahuan itu dan saya akan segera bertemu Sekda untuk membahas hal ini," jelasnya.

Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung 2019, Didominasi Curas hingga Curanmor

TK Kumara Shanti Bersama Mie Sedaap Edukasi Murid di Pasar Agung

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klungkung, I Komang Susana menjelaskan, jika oknum PNS ditetapkan tersangka dan ditahan, nantinya akan diberhentikan sementara sebagai PNS.

Itupun jika sudah ada surat resmi dari Kejaksaan terkait penahanan Nyoman Simpul. 

Jika terbukti bersalah dan sudah ada keputusan tetap dari pengadilan, oknum PNS tersebut bisa diberhentikan langsung secara tidak hormat karena tersangkut tindak pidana korupsi.

Diberitakan sebelumnya, oknum PNS di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Nyoman Simpul dan Mantan Sekretaris DPC PDIP Klungkung, I Ketut Ngenteg ditahan pihak kejaksaan Klungkung, Rabu (17/7/2019).

Keduanya ditahan karena terjerat kasus korupsi dana hibah pembangunan Pura Paibon Tutuan di Banjar  Nyamping, Desa Gunaksa tahun 2014. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved