Breaking News:

Sudarma Meradang Pesangon Tak Dibayar, Perusda Mengaku Perusahaan Belum Punya Dana

Pensiunan pegawai Perusahaan Daerah (Perusda) Bali di Perkebunan Pekutatan, Ketut Sudarma, meradang lantaran pesangonnya tak juga dibayar

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
MEDIASI - Suasana mediasi pensiunan Perusda dengan Pihak Perusda dan PT ICPL di Kantor Dinas Penanaman Modal Pemkab Jembrana, Kamis (18/7/2019). Sudarma Meradang Pesangon Tak Dibayar, Perusda Mengaku Perusahaan Belum Punya Dana 

Sudarma Meradang Pesangon Tak Dibayar, Perusda Mengaku Perusahaan Belum Punya Dana

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pensiunan pegawai Perusahaan Daerah (Perusda) Bali di Perkebunan Pekutatan, Ketut Sudarma, meradang lantaran pesangonnya tak juga dibayar. Sudarma mengaku sudah menunggu lama untuk mendapat haknya.

Dinas Penanaman Modal Pemkab Jembrana, Kamis (18/7/2019), akhirnya memediasi Sudarma dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali dan PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL). 

Hanya saja belum diberikan kepastikan kapan pembayaran akan dilakukan walaupun ada kesepakatan pesangon akan diberikan bertahap.

Sudarma mengaku dari tujuh pensiunan, ada dua orang yang belum mendapatkan haknya.

Cokorda Suarma Putra, Korban Ngaben Massal di Klungkung Meninggal Dunia, Ini Kata Dokter Soal PL

58 Kasus Berhasil Diungkap Selama Operasi Pekat Agung 2019, Dua Kasus Ini Paling Menonjol

Ia tetap meminta perusahaan tempatnya bekerja selama 35 tahun itu membayar pesangon pensiun sekitar Rp 40 juta.

Sejak ia pensiun pada Januari 2019 lalu, hingga saat ini ia hanya menerima Rp 5 juta. Itu pun dianggap sebagai tali kasih dari perusahaan pada saat mediasi Mei 2019 lalu.

"Yang terpenting adalah kepastian. Jangan sampai perusahaan itu punya, baru bayar. Memang sampai kapan perusahaan punya?" ucapnya.

Ia juga meminta perusahaan agar sesegera mungkin memberikan bayaran itu karena saat ini ia sudah tidak bekerja lagi di Perusda dan harus tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Utang banyak. Jadi ya minta pembayaran segera. Kalau dipekerjakan lagi, saya tidak mau," tegasnya.

Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung 2019, Didominasi Curas hingga Curanmor

TK Kumara Shanti Bersama Mie Sedaap Edukasi Murid di Pasar Agung

Perusda Bali dan PT CIPL memiliki tanggungan membayar 50% dari tanggung jawab pesangon mantan pegawai. Itu pun hanya untuk dua orang dari tujuh pegawai yang pensiun.

Lima orang yang pensiun masih dipekerjakan lagi sebagai tenaga harian lepas. Pihak Perusda mengaku akan tetap membayar, hanya saja karena belum ada uang, maka pembayaran ditunda.

“Kami pasti bertanggung jawab membayar pesangonnya," tegas Direktur Keuangan Perusda Bali, Ida Bagus Gede Purnama Bawa.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana, I Komang Suparta mengatakan hasil kesepakatan mediasi kedua antara mantan pegawai dan perusahaan dijalankan oleh perusahaan. Perusda dan PT ICPL wajib melakukan pembayaran pesangon secara bertahap.

“Kami harapkan masalah ini segera selesai," katanya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved