Target PAD Badung Meleset, Bupati Sebut Gunung Erupsi dan Pilpres Jadi Penyebabnya

upati Badung mengaku, pemicu tidak tercapainya target tersebut karena terdapat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres)

Target PAD Badung Meleset, Bupati Sebut Gunung Erupsi dan Pilpres Jadi Penyebabnya
kolase tribun bali
Ilustrasi Gunung Agung dan proses pemilu 2019. Bupati Badung, Giri Prasta sebut PAD meleset disebabkan adanya erupsi dan pemilu 2019. 

Target PAD Badung Meleset, Bupati Sebut Gunung Erupsi dan Pilpres Jadi Penyebabnya

 

MANGUPURA, TRIBUN BALI – Tidak targetnya pendapatan Badung pada semester I mengakibatkan adanya rasionalisasi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hanya saja Bupati Badung mengaku, pemicu tidak tercapainya target tersebut karena terdapat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kabupaten Badung.

“Pesta demokrasi ini menjadi salah satu pemicu turunya pendapatan di Badung,” kata Giri Prasta usai mengikuti siding paripurna di gedung dewan, Kamis (19/7) lalu.

Curhatan Kepala SDN 7 Tianyar, Minim Guru dan Siswa, Inikah Potret Pendidikan di Karangasem?

Pedagang Bereaksi, Relokasi Pasar Amlapura Barat Sepakat Diundur

Bali Diprediksi Diguyur Hujan Selama 3 Hari Ke Depan, Waspada Ombak 3 Meter di Selat Bali dan Lombok

Pejabat asal Desa Pelaga Petang itu pun tak menampik jika terjadi penurunan pendapatan hingga harus merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hanya saja untuk di Badung, ia meyakini high season (puncak kunjungan) sekitar bulan Agustus mendatang.

“Kemarin ada masalah erupsi, masalah Pilkada, Pilpres kan salah satu menurunkan (pendapatan –red),” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya pilkada dan pilpres itu, ia mengaku kunjungan wisatawan domestik berkurang.

Sehingga pendapatan Badung secara otomatis juga beransur-ansur juga menurun.

“Mungkin otomatis menurut saat pilkada. Jadi kita revisi lagi agar APBD Badung tetap sehat,” pungkasnya.

Menurutnya, APBD merupakan asumsi dan belanja adalah komitmen, namun pihaknya berkomitmen tidak akan mengurangi program-program yang telah tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB).

“Ketika 2018 ditetapkan Rp 7,9 triliun karena kita melihat persoalan pariwisata pendapatan tidak tercapai maka diturunkan Rp 6,2 triliun, namun hal yang paling pertama tidak boleh merasional program kebutuhan dasar PPNSB,” tegasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved