Terbukti Miliki 105 Butir Ekstasi, Wira Adi Divonis 8 Tahun Penjara

Bermaksud mengambil narkotik jenis sabu-sabu Gus Mas ditangkap petugas BNNP Bali karena kedapatan memiliki 105 butir ekstasi

NET
Ilustrasi ekstasi - Terbukti Miliki 105 Butir Ekstasi, Wira Adi Divonis 8 Tahun Penjara 

Terbukti Miliki 105 Butir Ekstasi, Wira Adi Divonis 8 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bermaksud mengambil narkotik jenis sabu-sabu atas perintah I Wayan Budi Ariawan alias Arya, terdakwa I Putu Mas Wira Adi Kusuma alias Gus Mas (22) ditangkap petugas BNNP Bali.

Ia ditangkap karena kedapatan memiliki 105 butir ekstasi yang disimpan di jok motornya saat akan mengambil sabu-sabu.

Atas kepemilikan ekstasi itu, pemuda lulusan SMA ini divonis delapan tahun penjara di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Terdakwa pun hanya bisa pasrah, dan menyerahkan sepenuhkan kepada tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampinginya.

"Setelah berkoordinasi dengan terdakwa, kami menerima (putusan), Yang Mulia," ucap anggota tim penasihat hukum kepada majelis hakim. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyatakan hal senada.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi lebih ringan empat tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Made Tofan Amijaya menuntut Wira Adi dengan pidana penjara selama 12 tahun. Pula tuntutan pidana denda sebesar Rp 800 juta, subsider enam bulan penjara.

TRIBUN WIKI - Berburu Rujak Cingur di Denpasar, Ini 5 Warung Rujak Cingur yang Bisa Kamu Kunjungi

Banyuwangi Digelontor KUR Pariwisata Sebesar Rp 279 Miliar

Meski vonis berbeda dari tuntutan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa. Terdakwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotik golongan I bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram. Sebagaimana dakwaan alternatif kedua, terdakwa dijerat melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Putu Mas Wira Adi Kusuma alias Gus Mas dengan pidana penjara selama delapan tahun, potong selama terdakwa berada dalam tahanan, dan denda Rp 800 juta subsider empat bulan penjara," tegas Hakim Ketua Esthar Oktavi.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, awalnya petugas BNNP Bali menangkap M Dani dan Muhammad Iksan (keduanya berkas terpisah) di Terminal Kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 9 Maret 2019 sekitar pukul 15.00 Wita.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 4 paket sabu-sabu yang disembunyikan di dalam sandal yang mereka pakai.

"Dari hasil pengembangan terhadap dua orang itu, diketahui M Dani diminta mengantarkan 4 paket sabu-sabu itu ke terdakwa Adi Kusuma," jelas Jaksa Tofan kala itu.

Dara The Virgin Banting Setir Buka Rent Car hingga Car Wash

Cari Suasana Baru, Menko Perekonomian Gelar Rapat di Pinggir Pantai Banyuwangi

Terdakwa sendiri sempat dihubungi oleh I Wayan Budi Ariawan alias Arya dan mengatakan nomor telepon terdakwa akan diberikan kepada orang yang membawa paket sabu-sabu itu.

Lalu terdakwa ditelepon orang yang tidak dikenalnya itu, kemudian menyuruh terdakwa datang ke hotel di kawasan Tuban, Badung untuk mengambil sabu-sabu seberat 1 kilogram itu.

"Terdakwa akan mengambil sabu-sabu itu dengan cara menukar dua pasang sandal yang dibawanya, dengan dua pasang sandal yang berisi sabu-sabu dibawa M Dani," beber jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu.

Saat itu terdakwa datang ke kamar hotel. Ketika masuk, terdakwa awalnya melihat seseorang yang kemudian diketahui bernama M Dani.

Juga ada beberapa orang lainnya, yang ternyata petugas dari BNNP Bali. Petugas pun menanyakan maksud dan tujuan terdakwa datang ke kamar hotel itu. Terdakwa mengaku, kedatangannya untuk mengambil sabu-sabu.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap diri terdakwa. Dilanjutkan menggeledah sepeda motor yang dibawa terdakwa.

Dari jok sepeda motor, petugas menemukan 100 butir ekstasi seberat 35,73 gram netto. Selain itu petugas menggeledah kamar kos milik terdakwa di Jalan Tunjung Sari, Denpasar Barat dan ditemukan 5 butir ekstasi dengan berat 1,79 gram netto.

"Terdakwa mendapat ekstasi itu dari I Wayan Budi Ariawan alias Arya. Terdakwa mengaku hanya disuruh Wayan Budi Ariawan mengambil, menyimpan dan membaginya," ungkap Jaksa Tofan. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved