Wujudkan Smart Airport, Bandara di Indonesia Mulai Terapkan Smart Security, Salah satunya Bali

Beberapa bandar udara di Indonesia mulai menerapkan sistem Smart Airport yang menghadirkan beragam inovasi teknologi menarik

Wujudkan Smart Airport, Bandara di Indonesia Mulai Terapkan Smart Security, Salah satunya Bali
Communication Corporate Angkasa Pura I
Suasana ruang AOCC di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Wujudkan Smart Airport, Bandara di Indonesia Mulai Terapkan Smart Security, Salah satunya Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, KUTA – Beberapa bandar udara di Indonesia mulai menerapkan sistem Smart Airport yang menghadirkan beragam inovasi teknologi menarik, di antaranya teknologi robot hingga penerapan Smart Security.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, berupaya mewujudkan Smart Airport dengan mendorong penerapan Smart Security di beberapa bandar udara besar di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mendukung Ditjen Perhubungan Udara dalam memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang pengguna moda transportasi udara.

Sebagaimana diketahui, di Bandara Soekarno-Hatta telah mengaplikasikan Airport Operation Control Center (AOCC) guna meningkatkan pelayanan yang efektif kepada seluruh pengguna moda transportasi udaram dengan mengutamakan keselamatan (safety), keamanan (security), pelayanan (service) serta pemenuhan atas regulasi (compliance).

TRIBUN WIKI - Berburu Rujak Cingur di Denpasar, Ini 5 Warung Rujak Cingur yang Bisa Kamu Kunjungi

Banyuwangi Digelontor KUR Pariwisata Sebesar Rp 279 Miliar

Selain itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga memiliki fasilitas AOCC yang beberapa waktu lalu jelang penyelenggaraan IMF-WB Annual Meeting 2018.

Secara umum, AOCC berfungsi sebagai suatu control center untuk mengawasi aktivitas operasional di sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) serta mencakup seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara.

Keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama, berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional yang dapat diambil secara cepat dan tepat sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

Pengaturan operasional bandara yang lebih terkontrol dalam satu kendali di AOCC dapat memaksimalkan layanan atas utilitas bandara padat yang dikelola Angkasa Pura I.

Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional bandara, seperti penghematan penggunaan lampu, pendingin ruangan, listrik dan lainnya melalui pengelolaan penumpang di boarding gate atau area check in secara efektif.

Dara The Virgin Banting Setir Buka Rent Car hingga Car Wash

Cari Suasana Baru, Menko Perekonomian Gelar Rapat di Pinggir Pantai Banyuwangi

“Pengelolaan bandara berbasis digital di era saat ini sangat membantu pengelola bandara dalam memastikan keamanan dan keselamatan penumpang. Saya memastikan, hal ini tidak mengurangi tingkat keamanan yang sudah berlaku, melainkan meningkatkan standar keamanan. Kami juga akan terus meningkatkan standar keselamatan maupun keamanan, baik di sisi darat mauput di sisi udara,” jelas Polana, Jumat (19/7/2019) kepada tribun-bali.com

Selain itu, penggunaan Smart Security akan menjadikan personel Aviation Security (Avsec) di bandara dapat bekerja lebih cepat dengan mengandalkan sistem digital yang telah diterapkan, khususnya dalam mengidentifikasi barang kategori pembatasan atau yang dilarang.

Digitalisasi sistem pengamanan di bandara saat ini juga dapat mengurangi biaya yang tidak efektif, tanpa mengurangi persyaratan keamanan yang berlaku.

Pemanfaatan sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengolahan data menjadi semakin sempurna bagi keamanan dan keselamatan penerbangan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved