Gung Asri Ajak Siswa-Siswinya untuk Mencintai Lingkungan dan Berkebun, Ini Tujuannya

Ketika menginjakkan kaki di SD Saraswati Sukawati, Tribunners akan disajikan pemandangan sekolah yang asri dengan berbagai tanaman hijau

Gung Asri Ajak Siswa-Siswinya untuk Mencintai Lingkungan dan Berkebun, Ini Tujuannya
Tribun Bali/Karsiani Putri
A.A. Istri Raka Sri, S.SI. 

TRIBUN-BALI.COM. GIANYAR - Ketika menginjakkan kaki di SD Saraswati Sukawati, Tribunners akan disajikan pemandangan sekolah yang asri dengan berbagai tanaman hijau di sepanjang areal sekolah tersebut.

Tribunners akan melihat Rumah Kompos, deretan Hidroponik yang ditumbuhi berbagai macam tanaman seperti seledri sampai dengan daun mint serta lapangan SD Saraswati Sukawati yang tampak hijau dengan rerumputan hijau yang terlihat asri ketika dipandang.

Keindahan dari tanaman-tanaman yang rimbun ini merupakan hasil karya dari A.A. Istri Raka Sri, S.SI., beserta pihak SD Saraswati Sukawati.

A.A. Istri Raka Sri atau yang biasa dipanggil Gung Asri ini gemar mengajak siswa-siswinya untuk mencintai lingkungan serta berkebun di areal sekolah.

Guru Kelas V ini, memanfaatkan berbagai pengalamannya berkebun selama menetap di Sulawesi dulu yang kemudian diajarkan kepada siswa-siswinya di SD Saraswati Sukawati.

Sejak tahun 1984, Gung Asri bersama keluarganya transmigrasi ke daerah Rumbia, Sulawesi. Lalu setelah lima tahun pihaknya bertahan dan berusaha disana namun tak berhasil, pemerintah pun memerintahkan para transmigran untuk ke Buton dengan daerah yang tanahnya lebih subur.

Dengan tanah seluas dua hektar yang diberikan pemerintah pada zaman tersebut, mengharuskan Gung Asri beserta keluarganya untuk bisa mengubah tanah seperti hutan tersebut untuk menjadi perkebunan dengan berbagai tanaman yang berguna.

"Dulu jalan masih berlumpur dan belum ada listrik. Saya belajar hanya dengan lentera, dan kalau sudah musim hujan itu penuh dengan lumpur. Seperti film Laskar Pelangi pada saat saya SMP dulu dan dulu tugasnya hanya sekolah dan berkebun saja. Itulah yang membuat saya menjadi mencintai lingkungan," ucap perempuan lulusan Jurusan Kimia Fmipa di Universitas Haluoleo di Kota Kendari ini.

Menggemari penemuan berbagai jenis tanaman yang bisa berguna sebagai obat disebutnya sebagai hobi yang ia dapatkan ketika duduk di bangku kuliah. Dan hal itu juga yang menjadikannya semakin mencintai tanaman dan alam.

Kini hal itu, Ia terapkan ketika berada di Bali dan berpofesi sebagai seorang Guru.

Halaman
123
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved