Kualifikasi Piala Dunia

Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia Khawatirkan Keselamatan Pemainnya Saat Lawan Indonesia

Laga pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 akan mempertemukan timnas Indonesia dan Malaysia pada 5 September 2019.

Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia Khawatirkan Keselamatan Pemainnya Saat Lawan Indonesia
(Twitter @KL2017)
Timnas Malaysia menang 3-1 atas Myanmar pada pertandingan Grup A SEA Games 2017, Senin (21/8/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Hamidin Mohd Amin, meminta perlindungan keselamatan saat para pemain bertandang ke Indonesia.

Laga pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 akan mempertemukan timnas Indonesia dan Malaysia pada 5 September 2019.

Pertandingan yang rencananya dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, itu mendapat sorotan dari Federasi Sepak Bola Malaysia, FAM.

Tarung Dua Tim Terluka, Bali United Lebih Siap Hadapi PSS Sleman

Dua Kali Kalah Beruntun di Laga Away, Lilipaly Ingin Raih 3 Poin di Kandang

Respon Berbeda Andre Taulany dan Sule Seusai Nunung Tertangkap Kasus Narkoba

Stefano Lilipaly Kemungkinan Tinggalkan Bali United Selama September Neraka

Presiden FAM, Hamidin Mohd Amin, khawatir terjadi sesuatu dengan pemainnya saat menghadapi Indonesia di kandangnya.

Kekhawatiran Hamidin muncul akibat pengalaman tak menyenangkan yang terjadi di masa lalu.

Hamidin mencontohkan, saat timnas Malaysia menghadapi Indonesia di partai final Piala AFF 2010 di Jakarta, para pemain Harimau Malaya harus diangkut dengan barakuda menuju ke Stadion Bung Karno.

Tak hanya sampai situ, menurut Hamidin, ketika pemain hendak pulang ke penginapan juga mendapat perlakuan tak menyenangkan berupa pelemparan obyek keras dari suporter Indonesia.

Pada SEA Games 2011 di Jakarta pun timnas Malaysia harus menaiki barakuda setelah mendapat provokasi dari pendukung tuan rumah.

Yang terbaru, pada ajang Piala AFF U-19 2018 di Jawa Timur, Hamidin menyebut para pemain timnas Malaysia mendapat pelemparan botol dari suporter yang tak terima Indonesia kalah.

"Berdasarkan pengalaman SEA Games 2011, Piala AFF 2010, dan Piala AFF U-19 tahun lalu, pertemuan melawan Indonesia di kandang mereka pasti tidak terlepas dari kericuhan pendukung tuan rumah," ujar Hamidin dilansir BolaSport.com dari laman Malaysia, Utusan.

"Untuk itu, FAM mau AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) dan PSSI (Federasi Sepak Bola Indonesia) memastikan keselamatan pendukung dan pemain kami dengan maksimal," tutur dia.

Hamidin juga mengaku telah menghubungi petinggi PSSI dan AFC untuk meminta perlindungan selama bermain di Jakarta. Ia juga tak masalah apabila para pemainnya harus diangkut dengan barakuda, asal keselamatan tetap terjamin.. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved