Breaking News:

5 Emas Batangan, Cincing, dan Gelang Ikut Terbakar, Made Wardana Terus Mencarinya di Bawah Puing

Bersama anak dan saudaranya, ia berusaha mencari perhiasan yang disimpannya di ruang yang berada di pojok warung.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Made Wardana dan sejumah keluarganya tengah mencari perhiasan di dalam warung yang hangus terbakar, Minggu (21/7/2019). 

5 Emas Batangan, Cincing, dan Gelang Ikut Terbakar, Made Wardana Terus Mencarinya di Bawah Puing

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Tangan Made Wardana (60), terus mengggali arang di warungnya yang tingga puing, di Banjar Lebah, Desa Bukian, Payangan, Minggu (21/7/2019) pukul 12.03 Wita.

Bersama anak dan saudaranya, ia berusaha mencari perhiasan yang disimpannya di ruang yang berada di pojok warung.

Namun apa daya, yang masih utuh hanya cincin emas, sementara sisanya telah meleleh.

“Di sini ruangan saya menyimpan satu gelang emas, satu cincin emas, dan lebih dari lima emas batangan. Yang ditemukan utuh cuma cincin. Sementara sisanya sudah meleleh,” ujar Wardana.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar PSIS vs Persib Bandung di Liga 1 2019

Berdasarkan data dihimpun Tribun-Bali.com, kebakaran di warung seluas dua are yang menjual sembako, bensin hingga pakaian ini, terjadi Sabtu (20/7/2019) sekitar pukul 20.00 Wita.

Api ini tidak hanya menghanguskan barang dagangannya, tetapi juga membakar kamar tidur yang ada di atas warung tersebut.

Menurut keterangan warga, diduga disebabkan oleh anak muda yang tengah membeli bensin di pertamini, yang ada di warung tersebut.

Saat itu, anak tersebut tengah menghisap rokok, sehingga api pun menjalar dan langsung membakar isi warung.

Kepala Dinas Damkar Gianyar, I Made Watha mengatakan, pihaknya tiba di lokasi pukul 20.15 Wita.

Saat berada di sana, api sudah membesar. Pemadaman membutuhkan waktu 40 menit, lantaran selain api saat itu sudah menghanguskan seisi bangunan, material-materialnya juga relatif mudah terbakar.

Namun pihaknya beruntung bisa menghalau api tidak menjalar ke bangunan warga yang berada di samping TKP.

Dalam peristiwa ini, pihaknya mengerahkan empat unit mobil damkar.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi, api pertama membakar mesin pertamini, lalu secepat kilat melahap material lainnya. Satu orang alami luka bakar. Taksiran kami, kerugian sekitar Rp 250 juta,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved