BPBD Klungkung Edukasi & Sosialisasi Tangguh Bencana saat MPLS di SMAN 1 Banjarangkan

Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dimanfaatkan oleh BPBD untuk edukasi dan sosialisasi tangguh bencana

BPBD Klungkung Edukasi & Sosialisasi Tangguh Bencana saat MPLS di SMAN 1 Banjarangkan
Dokumentasi BPBD Klungkung
Jajaran BPBD Klungkung saat memberikan sosialisasi di SMAN 1 Banjarangkan, Sabtu (20/7/2019). BPBD Klungkung Edukasi & Sosialisasi Tangguh Bencana saat MPLS di SMAN 1 Banjarangkan 

BPBD Klungkung Edukasi & Sosialisasi Tangguh Bencana saat MPLS di SMAN 1 Banjarangkan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang dahulu dikenal dengan istilah Masa Orientasi Siswa (MOS), dimanfaatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan edukasi dan sosialisasi.

Hal itu dilakukan sejalan dengan imbauan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali nomor 360/8185/Bid.I/BPBD tanggal 15 Juli 2019 tentang Pendidikan Tangguh Bencana.

Imbauan tersebut pada intinya menekankan agar lembaga pendidikan memanfaatkan waktu MPLS dengan mengisi materi di bidang kebencanaan.

Salah satunya yakni BPBD Kabupaten Klungkung yang berkesempatan melakukan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana di SMAN 1 Banjarangkan saat MPLS, Sabtu (20/7/2019) kemarin.

Tim sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Klungkung Made Widiada bersama beberapa pejabat lainnya.

Mereka memberikan materi tentang safety briefing kepada siswa baru yang berjumlah 314 orang peserta dengan didampingi oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Wakasek Bidang Sarana dan Prasarana serta 3 orang guru.

Menikmati Kuliner Nusantara di Pinggir Pantai, Jangan Lewatkan Discovery Indonesian Food Festival

Teater Sadewa Suguhkan Drama Modern Barabah, Bawa Pesan Moral Pentingnya Restu Orangtua

Materi yang diberikan yakni berupa pengenalan safety briefing, rencana penerapan safety briefing pada setiap memulai aktivitas di sekolah, dan kesiap-siagaan guru serta siswa untuk menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi.

"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pembiasaan penanggulangan bencana sejak dini agar mampu menghadapi bencana, terutama menumbuhkan rasa tangguh dan kesiapsiagaan di kalangan sekolah," kata Widiada.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved