Ketersediaan Babi Potong di Denpasar Sebanyak 7000 Ekor Saat Galungan Ini

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Made Ngurah Sugiri mengatakan ketersediaan babi potong

Ketersediaan Babi Potong di Denpasar Sebanyak 7000 Ekor Saat Galungan Ini
Tribun Bali/I Made Argawa
Peternak babi sedang membersihkan kandang di Desa Gubug, Tabanan. Jelang Galungan harga daging babi relatif masih normal, tapi harga sayur mayur mengalami sedikit lonjakan. 

 "Mereka akan mengecek jumlah yang dipotong termasuk jenis babinya," katanya.

 Selain itu, 10 orang dokter hewan juga diterjunkan untuk melakukan pengecekan antemortem atau sebelum hewan disembelih dan (pengecekan hewan setelah disembelih atau postmortem.

 Di samping di tempat-tempat pemotongan babi, khusus pengecekan postmortem ini juga dilaksanakan di pasar tradisional.

 Hal ini dilakukan untuk antisipasi penyakit yang bersifat zoonosis atau yang bisa menular ke manusia.

Adapun penyakit yang diantisipasi yakni streptoccocus atau meningitis babi yang pernah terjadi dua tahun lalu, sistiserkosis yang disebabkan cacing pita serta japanese enchepalitis yang disebabkan oleh gigitan nyamuk melalui tubuh babi.

 Oleh karena itu pihaknya juga meminta inisiatif dari warga yang akan memotong babi di luar RPH untuk melapor ke Dinas Pertanian agar dilakukan pengecekan sebelum pemotongan maupun sesudah pemotongan babi.

 "Sebetulnya kami harapkan masyarakat melapor, namun nampkanya sedikit yang menyadari hal tu dan kebetulan sekarang ini orientasi masyarakat banyak yang membeli dalam bentuk daging daripada memotong karena repot perlu SDM khusus sehingga mereka beli di pasar. Ini berbeda dengan di Badung, kalau di sana masih banyak," katanya.

 Ia juga mengatakan dari tahun ke tahun untuk kelompok banjar, STT, maupun sekaa di pura semakin sedikit yang melakukan pemotongan babi saat Penampahan Galungan.

 Kebanyakan masyarakat memilih yang lebih praktis dengan membeli di pasar atau membeli pada pengusaha pemotongan babi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved