Serba Serbi

Penyekeban Galungan Turunnya Sang Bhuta Galungan, Kendalikan Diri

Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari. Hari raya yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali akan dirayakan pada Rabu (24/7/2019) mendatang.

Penyekeban Galungan Turunnya Sang Bhuta Galungan, Kendalikan Diri
Tribun Bali/Rizal Fanany
(ilustrasi) Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Rabu (26/12/2018). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (dharma) atas kejahatan (adharma) yang dirayakan setiap enam bulan sekali dengan melakukan persembahyangan di tiap-tiap pura. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari.

Hari raya yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali akan dirayakan pada Rabu (24/7/2019) mendatang.

Sementara hari ini, Minggu (21/7/2019) disebut dengan Panyekeban yang jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Paing Wuku Dungulan.

Pada saat ini masyarakat akan nyekeb (mematangkan) buah-buahan utamanya pisang yang akan digunakan saat Hari Raya Galungan.

Dengan demikian diharapkan saat Hari Raya Galungan nanti, pisang ataupun buah-buahan tersebut akan matang.

Untuk nyekeb buah utamanya pisang ini caranya sangat mudah dan menggunakan bahan alam.

Di desa biasanya orang nyekeb pisang menggunakan daun gamal atau daun tabia bun.

Pertama daun gamal atau daun tabia bun ini dimasukkan di sela-sela pisang.

Setelah itu pisang dimasukkan ke dalam karung atau kresek.

Sebelum ditutup rapat, ditimbun dulu dengan daun gamal maupun daun tabia bun.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved