Polresta Denpasar Gandeng Milenial Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya

Berbagai faktor kasus kecelakaan di jalan raya harus menjadi perhatian serius semua pihak

Polresta Denpasar Gandeng Milenial Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya
Polres Tabanan
Personel Satlantas Polres Tabanan saat memberikan materi etika berlalu lintas di salah satu SMK di Tabanan, Kamis (18/7/2019). Polresta Denpasar Gandeng Milenial Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya 

Polresta Denpasar Gandeng Milenial Tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbagai faktor kasus kecelakaan di jalan raya harus menjadi perhatian serius semua pihak. Kurang hati-hati dan konsentrasi, tidak taat peraturan menjadi penyebab kecelakaan terus terjadi.

Senada dengan hal tersebut, menurut Wakasatlantas Polresta Denpasar, Iptu Kanisius Franata, kasus kecelakaan terjadi karena beberapa faktor seperti kurang konsentrasi, mendengarkan musik atau menelpon saat berkendara, tidak menggunakan helm, bahkan melawan arus dan berkendara dengan kecepatan tinggi.

"Kebanyakan pengendara itu terlibat kecelakaan karena salah satunya kurang konsentrasi, yang disebabkan para pengendara ini mendengarkan musik dengan headset, lalu tidak menggunakan helm, melawan arus lalu lintas denga alasan 'kan deket', serta melanggar batas kecepatan dari aturan yang dibuat," jelas Iptu Kanisius Franata.

The Woven Path: Perempuan Tana Humba, Tradisi, Budaya dan Dampak Terhadap Perempuan Sumba

Timnas Indonesia Bersua Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Lilipaly: Segalanya untuk Negara

Mantan Kasatlantas Polres Badung ini mengungkapkan pihaknya telah melakukan edukasi pada kaum milenial untuk mencegah dan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

Salah satunya dengan mengadakan berbagai lomba berkaitan dengan lalu lintas.

"Berbicara soal lalu lintas, tentu memang hal tersebut menjadi perhatian kita, khususnya kepada generasi muda atau milenial saat ini, gimana mengedukasi mereka untuk bisa taat pada peraturan lalu lintas yang berlaku," ujarnya.

"Salah satu cara ya mengajak kaum milenial ini mengikuti lomba berkaitan dengan lalu lintas. Jadi dengan mengadakan lomba berkonten lalu lintas, secara pasti mereka belajar tentang lalu lintas," lanjut Iptu Kanisius Franata.

Test Drive Mobil Elektrifikasi Toyota

Jelang Galungan, Harga Pisang hingga Daging Babi Naik

Menurutnya generasi milenial saat ini memiliki tingkat kreativitas yang baik karena kemajuan teknologi yang semakin canggih dan rasa ingin tahu yang besar sehingga tertarik mencoba hal-hal baru.

Ia pun menyambut baik hal ini, dan mengingatkan agar kreativitas ini bisa memberi dampak positif kepada orang sekitarnya.

"Jadi kaum milenial ini kan kaum yang kreatif, pengen tahu dan ingin coba-coba. Memang hal itu positif bagi kita. Dengan mereka seperti itu, mereka bisa mengajarkan kaum yang ada di atas dan bawah mereka, jadi tidak stagnan," tambahnya.

"Kalau kita memberikan sosialisasi kepada kaum yang di atasnya mereka, malah gak mau dan tidak ikut campur dalam kegiatan kita. Jadi dengan generasi milenial saat ini yang kita bina bisa memberikan atau menyontohkan lebih baik lagi," tuturnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved