Sudah 3 Pekan Kasus Jasad Wanita Dalam Kardus di Tabanan Belum Terungkap, Polisi Mengaku Kesulitan

Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil VeR (Visum et Repertum) dari forensik dan juga menunggu kemungkinan adanya laporan dari anggota

Sudah 3 Pekan Kasus Jasad Wanita Dalam Kardus di Tabanan Belum Terungkap, Polisi Mengaku Kesulitan
TRIBUN BALI/I MADE PRASETIA ARYAWAN
Kasus penemuan jasad perempuan dalam kardus di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Provinsi Bali, belum terungkap. Padahal, penemuan jasad wanita malang itu sudah terjadi tiga pekan lalu. 

Sudah 3 Pekan Kasus Jasad Wanita Dalam Kardus di Tabanan Belum Terungkap, Polisi Mengaku Kesulitan

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kasus penemuan jasad perempuan dalam kardus di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Provinsi Bali, belum terungkap.

Padahal, penemuan jasad wanita malang itu sudah terjadi tiga pecan lalu.

Polisi mengaku ada beberapa kesulitan, sehingga identitas mayat belum terungkap.

Hingga saat ini, polisi mengaku belum ada pihak manapun yang merasa kehilangan anggota keluarga atau temannya.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Made Budiarta menyatakan, hingga saat ini kasus penemuan mayat dalam kardus masih dalam penyelidikan.

BREAKING NEWS! Pura-pura Cek Listrik, Pria Tak Dikenal Tusuk Satpam Lalu kabur, Diduga Lakukan Ini

5 Emas Batangan, Cincing, dan Gelang Ikut Terbakar, Made Wardana Terus Mencarinya di Bawah Puing

Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil VeR (Visum et Repertum) dari forensik dan juga menunggu kemungkinan adanya laporan dari anggota keluarga yang kehilangan salah satu keluarganya.

"Sampai detik ini identitasnya (mayat) masih belum terungkap. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terlebih lagi hingga saat ini hasil VeR juga belum dikeluarkan secara resmi mengenai rincian hasil visum di RS Sanglah," kata Budiarta, Minggu (21/7/2019).

Ia melanjutkan, selain menunggu hasil resmi tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melapor ke pihak berwajib jika memang kehilangan salah satu keluarga atau temannya yang ciri-cirinya sama dengan identitas awal mayat misterius tersebut.

"Kami imbau seluruh masyarakat agar segera melapor jika memang ada kehilangan anggota keluarga. Jika memang ada laporan, salah satu keluarga kami akan lakukan tes DNA untuk memastikan identitas mayat tersbeut. Tapi saat ini masih belum ada dan polisi masih bekerja untuk mengungkap kasus ini," imbaunya.

Sebelumnya, krama Desa Adat Megati Kelod juga menggelar ritual penetralisir aura negatif di lokasi penemuan mayat dalam kardus di Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Kamis (4/7/2019).

Adalah Pecaruan Manca Sanak dengan sarana upakara Manca Keluddengan sarana pecaruan ayam dan bebek. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved