Teater Sadewa Suguhkan Drama Modern Barabah, Bawa Pesan Moral Pentingnya Restu Orangtua

Pementasan drama yang dipersembahkan oleh Sanggar Teater Sadewa mengambil judul Barabah

Teater Sadewa Suguhkan Drama Modern Barabah, Bawa Pesan Moral Pentingnya Restu Orangtua
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Pementasan drama modern Barabah yang ditampilkan sanggar teater Sadewa, Sabtu (20/7/2019). Teater Sadewa Suguhkan Drama Modern Barabah, Bawa Pesan Moral Pentingnya Restu Orangtua 

Teater Sadewa Suguhkan Drama Modern Barabah, Bawa Pesan Moral Pentingnya Restu Orangtua

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pementasan drama modern kembali ditampilkan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre, Sabtu (20/7/2019).

Pementasan drama yang dipersembahkan oleh Sanggar Teater Sadewa mengambil judul Barabah.

Pementasan ini tampak menarik emosi penonton, dengan sesekali terdengar gelak tawa.

Ketua Sanggar Teater Sadewa, Ryan Indra Darmawan menjelaskan, drama modern Barabah menceritakan kehidupan keluarga sepasang suami istri yang saling mencintai.

Suami bernama Banio berumur 70 tahunan dengan perawakan tubuh bongkok tetapi kekar. Sedangkan istri bernama Barabah berumur 28 tahun dengan wajah cantik, menarik dan sangat mencintai suaminya. Barabah merupakan istri ke-12 Banio.

Kemudian datang seorang perempuan bernama Zaitun berusia 25 tahun menemui Banio untuk meminta restu menikah.

Riders DBC Touring ke Surabaya Rayakan Ulang Tahun YNCI Surabaya Chapter

Primakara Start Up Expo 2019 Hadir dengan 22 Start Up Karya Mahasiswa

Zaitun merupakan anak dari istri ketujuh Banio. Tetapi kedatangan Zaitun membuat Barabah jengkel, cemburu dan salah paham yang mengira Banio akan menikah untuk ke-13 kalinya.

Setelah salah paham antara Banio dan Barabah selesai, akhirnya Zaitun mendapat restu untuk menikah dengan Adibue.

"Pesan moral dalam drama ini adalah walaupun sudah tidak komunikasi yang intens dengan orangtua, tetapi restu orangtua adalah hal yang penting, apalagi restu untuk menikah," kata Ryan.

"Drama ini simpel, sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Bahwa restu itu sangat penting agar diberkahi jalannya," tambah Ryan.

Ryan yang telah 11 tahun berkecimpung di dunia teater berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik dengan teater.

"Teater mengajarkan banyak hal, terutama terbiasa untuk berproses secara keras. Untuk sebuah pementasan selama 90 menit, diperlukan latihan yang tidak sebentar, untuk menyatukan karakter, rasa antar pemain dan menekan ego pemain agar tidak tampak dominan, melainkan menyatu satu dengan yang lainnya," jelas Ryan.

(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved