55 Wilayah Kabupaten/Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Bali Masuk Terdampak Kekeringan

55 Wilayah Kabupaten/Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Bali Masuk Terdampak Kekeringan

55 Wilayah Kabupaten/Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Bali Masuk Terdampak Kekeringan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Kondisi kekeringan di wilayah Peguyangan, Denpasar Utara, Senin (15/7/2019). 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA – Sejumlah wilayah kabupaten dan kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi hingga Senin 22 Juli 2019, dilaporkan 55 kepala daerah telah menetapkan Surat Keputusan Bupati dan Walikota Tentang Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan provinsi yang wilayah kabupaten dan kotanya menetapkan status siaga darurat kekeringan antara lain di Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, wilayah kabupaten/kota yang terdampak kekeringan teridentifikasi berjumlah 75 kabupaten/kota, termasuk dua kabupaten di Bali.

“Wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat lima kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Manggarai, Rote Ndao, dan Flores Timur, dan Kota Kupang,” jelas Agus, Senin (22/7/2019) di Jakarta.

Provinsi di sisi barat, wilayah yang telah menetapkan status ini yaitu Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa.

Sementara itu, wilayah terbanyak yang menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan yaitu Provinsi Jawa Timur.

Sejumlah 25 kabupaten teridentifikasi berpotensi kekeringan. Wilayah Banten hanya di Kabupaten Lebak yang telah menetapkan status siaga.

Menghadapi darurat kekeringan, BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan koordinasi untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Pertemuan koordinasi yang digelar pada hari ini menyebutkan operasi tersebut akan difokuskan pada penanganan kekeringan dan kegagalan panen di wilayah-wilayah teridentifikasi.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved