7 Jabatan Eselon II Pemprov Bali Kosong Sampai Akhir 2019, Pelamar Harus Punya Kompetensi Khusus

Hingga akhir tahun 2019 akan ada 7 jabatan eselon II yang kosong di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali

7 Jabatan Eselon II Pemprov Bali Kosong Sampai Akhir 2019, Pelamar Harus Punya Kompetensi Khusus
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana. 7 Jabatan Eselon II Pemprov Bali Kosong Sampai Akhir 2019, Pelamar Harus Punya Kompetensi Khusus 

7 Jabatan Eselon II Pemprov Bali Kosong Sampai Akhir 2019, Pelamar Harus Punya Kompetensi Khusus

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga akhir tahun 2019 akan ada 7 jabatan eselon II yang kosong di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana.

Jabatan yang kosong tersebut disebabkan karena adanya mutasi pejabat, dan juga karena ada yang pensiun.

Data dari BKD Bali terakhir, saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pariwisata belum memiliki Kepala Dinas (Kadis) definitif sehingga harus dipimpin oleh seorang pejabat Pelaksana Tugas (Plt). 

Sebelumnya Kadispora dijabat Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dimutasi menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Selanjutnya, Plt Kadispora dijabat oleh Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin. 

Cerita di Balik Memakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis Dipercaya Bisa Jadi Budak Nyi Roro Kidul

TRIBUN WIKI - Berburu Jajanan Khas Bandung, Siomay di Denpasar Selatan

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar), sebelumnya dijabat oleh A A Gede Yuniartha Putra yang mengakhiri tugasnya karena pensiun.

Untuk mengisi kekosongan sementara, Plt Kadispar diisi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Astawa.

Lihadnyana melanjutkan, 5 pejabat lainnya yang juga akan memasuki masa pensiun hingga Desember 2019 ini, antara lain Tjok Istri Agung Kusuma Wardhani yang saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Bali I Nengah Laba, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Jayadi Jaya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Ida Bagus Sedawa.

Lift Pasar Badung Memakan Korban, Dadong Lipur Terjebak 45 Menit di dalam Lift Hingga Wajah Pucat

Alaya’s Female General Manager Acknowledged as Top Hospitality Leader

Ia memastikan seleksi yang akan dilakukan tahun 2020 mendatang sama seperti seleksi tahun 2019 ini yakni dengan sistem lelang terbuka.

“Proses seleksi dilakukan dengan lelang terbuka. Namun seleksi tahun depan dipastikan lebih rumit,” ucap Lihadnyana di Denpasar, Senin (22/7/2019).

Rumit yang dimaksud adalah para pelamar nantinya harus benar-benar memiliki kompetensi khusus sesuai dengan bidang yang dicari.

Misalnya jika mendaftar sebagai Kepala Dinas Pariwisata, maka yang bersangkutan wajib menguasai bahasa Inggris.

“Nanti yang menguji adalah praktisi pariwisata,” imbuhnya.

Adapun tim seleksi lelang terbuka jabatan Eselon II adalah dari Sekretaris Daerah, Kepala BKD, Kepala Inspektorat, serta ada unsur LSM, praktisi, dan akademisi. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved