Serba Serbi

Bhuta Dungulan Turun Saat Penyajaan, Jangan Biarkan Diri Ditaklukkan

Penyajaan Galungan dilaksanakan hari ini, Senin (22/7/2019). Tepatnya Senin (Soma) Pon wuku Dunggulan atau dua hari sebelum Hari Raya Galungan.

Bhuta Dungulan Turun Saat Penyajaan, Jangan Biarkan Diri Ditaklukkan
Tribun Bali/Rizal Fanany
(ilustrasi) Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyajaan Galungan dilaksanakan hari ini, Senin (22/7/2019).

Tepatnya Senin (Soma) Pon wuku Dunggulan atau dua hari sebelum Hari Raya Galungan.

Pada saat ini, umat Hindu membuat jajan yang akan dipakai saat Hari Raya Galungan lagi dua hari.

Salah satu jajan yang biasa dibuat yakni jaje uli yang berbahan dasar ketan.

Selain itu pada saat ini juga dilakukan persiapan berbagai sarana upakara baik dari bahan janur, slepan, maupun ron.

Secara filosofi Penyajaan berasal dari kata saja yang berarti sungguh-sungguh, sehingga hari ini seseorang meningkatkan atau memperkuat kesungguhannnya dalam menyambut kemenangan dharma atas adharma.

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan:

Soma pon wahiyaning wang angomong yoga semadi yata pituhu – tuhun nyumade, sad gana lawan betara, yata sinambat penyajaan dening loka.

Terjemahannya:

Soma Pon (wuku Dunggulan) merupakan hari untuk seseorang melakukan yoga samadhi, dengan memusatkan pikiran kepada para Bhatara.

Itulah sebabnya, mengapa pada hari itu disebut Penyajaan.

Sehingga pada saat ini hendaknya seseorang mengendalikan pikiran dan hawa nafsunya.

Pada saat penyajaan ini juga turunnya Sang Bhuta Dungulan.

Sehingga umat harus mawas diri sejak penyekeban yang merupakan hari turunnya Bhuta Galungan sehingga saat penyajaan akan sulit ditaklukkan Bhuta Dungulan.

Sehingga saat penyajaan ini seseorang harus bersungguh-sungguh untuk melakukan pengendalian diri. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved