Kasus Dugaan Korupsi Perbekel Ashari Masih Tahap Pemberkasan

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Perbekel Desa Celukan Bawang Muhammad Ashari masih tahap pemberkasan

Kasus Dugaan Korupsi Perbekel Ashari Masih Tahap Pemberkasan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Wahyudi ditemui Tribun Bali belum lama ini.Kasus Dugaan Korupsi Perbekel Ashari Masih Tahap Pemberkasan 

Kasus Dugaan Korupsi Perbekel Ashari Masih Tahap Pemberkasan

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi sejak Januari 2019 lalu, pihak Kejaksaan Negeri Buleleng nyatanya belum melakukan penahanan terhadap Perbekel Desa Celukan Bawang Muhammad Ashari.

Pihak Kejaksaan berkilah jika kasus tersebut hingga kini masih dalam tahap pemberkasan.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, Wahyudi ditemui belum lama ini meyakinkan jika kasus yang menjerat Ashari akan tetap berjalan.

Hanya saja, pihak penyidik saat ini masih melakukan pemberkasan, untuk selanjutnya dikirim ke Pengadilan.

Gek Ika Tak Menyangka Bisa Jual hingga 80 Botol, Sukses Bisnis VCO dan Massage Oil

428 Jumantik dan Petugas Fogging Fokus Dapat Sembako Galungan

"Tunggu saja. Proses tetap jalan. Saya juga ingin dalam penanganan perkara ini semuanya tidak ada yang bebas. Kasus Ashari sedang diberkas, tersangka sudah diperikisa. Tunggu saja," katanya.

Saat disinggung terkait berapa waktu yang dibutuhkan oleh penyidik untuk menyelesaikan pemberkasan, Wahyudi mengaku tidak mengetahui.

"Nanti ada proses selanjutnya. Jika JPU menyatakan sudah P21, lengkap, ya tahap dua. Kami kirim ke persidangan. Nanti saya tanya ke penyidik sampai kapan pemberkasan selesai. Penyidiknya yang atur waktu itu," pungkas Wahyudi.

Seperti diketahui, Ashari terbukti menerima uang sebesar Rp 1,2 miliar dari PT General Energy Bali (GEB) PLTU Celukan Bawang pada 2014 silam.

Kualitasnya Bisa Diadu, Produksi Kerajinan Ingka di Desa Baluk Jembrana Terganjal Modal

TRIBUN WIKI - Menyediakan Beragam Merek dan Jenis Smartphone, Ini Alamat Cellular World di Bali

Uang itu diberikan sebagai bentuk tukar guling lahan kantor Desa Celukan Bawang yang dulunya berlokasi di Banjar Dinas Pundukan. Dimana lahan kantor desa itu terkena relokasi pembangunan PLTU Celukan Bawang

Berdasarkan hasil penyelidikan, dana Rp 1,2 miliar itu justru masuk ke rekening pribadi milik Ashari, bukan ke rekening milik pemerintah desa.

Selanjutnya, kantor desa pun berpindah tempat dan dibangun di Banjar Dinas Celukan Bawang dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar.

Pengerjaannya dilakukan oleh CV Hikmah Lagas, tanpa melalui proses tender, alias ditunjuk secara pribadi oleh Ashari. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved