Ada Celuluk Bagi-Bagi Tas Ramah Lingkungn di Pasar Mentigi

STT Sila Jaya pun merasa tergerak untuk memperkenalkan tas berbahan ramah lingkungan yang masih awam digunakan oleh warga di Nusa Penida.

Ada Celuluk Bagi-Bagi Tas Ramah Lingkungn di Pasar Mentigi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang pemuda dari STT Sila Jaya, Desa Batununggul, Nusa Penida, berpakaian celuluk sembari membagikan tas berbahan ramah lingkungan kepada pengunjung pasar Mentigi, Selasa (23/7/2019) 
Momentum Hari Raya Galungan,  waktu yang tepat bagi STT Sila Jaya, Desa Batununggul, Nusa Penida untuk mengubah pandangan masyarakat terkait penggunaan kantong plastik ke tas berbahan ramah lingkungan. Pemuda setempat pun,  berbaur dengan pedagang dan pengunjung pasar Mentigi Nusa Penida, untuk memperkenalkan tas ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik.
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Panas terasa menyengat di Pasar Mentigi, Nusa Penida, Selasa (23/7/2019).
Bertepatan dengan penampahan Galungan, pasar tampak lebih ramai dari biasanya.
Ketika itu warga dari seluruh penjuru Nusa Penida, mengunjungi pasar Mentigi untuk membeli berbagai sarana upacara untuk persiapan hari raya Galungan, Rabu (24/7/2019)
Kesempatan inilah yang dimanfaatkan pemuda dari STT Sila Jaya, Desa Batununggul untuk memperkenalkan dan membagikan tas ramah lingkungan kepada para pedagang dan pengunjung pasar Mentigi.
Selama ini warga di Nusa Penida masih memanfaatkan kantong plastik dalam kesehariannya, yang justru semakin membuat pelik permasalah sampah di  Nusa Penida
"Nusa Penida sebagai daerah  pariwisata yang tengah berkembang, sampah plastik tentu mencederai keindahan lingkungan. Apalagi sampah menjadi masalah pelik dimana-mana, tidak kegercuali di Nusa Penida," jelas Ketua STT Sila Jaya,  I Dewa Gede Hendradinata.
Sebagai bentuk kekhawatiran akan ancaman sampah plastik terhadap lingkungan di Nusa Penida, pemuda dari STT Sila Jaya pun merasa tergerak untuk memperkenalkan tas berbahan ramah lingkungan yang masih awam digunakan oleh warga di Nusa Penida.
"Kelanjutan pariwisata dan masa depan lingkungan Nusa Penida, membuat kami tergerak melakukan sesuatu,  walaupun gerakan kecil tapi setidaknya memberikan andil besar ke lingkungan," ungkapnya
Para pemuda dengan berpakaian adat madya, berkeliling di pasar Mentigi.
Mereka memberikan pemahaman ke pedagang dan pengunjung pasar tentang bahaya kantong plastik bagi lingkungan.
Sembari membagikan 200 tas berbahan ramah lingkungan.
Seorang pemuda bahkan rela berkostum celuluk, sehingga menarik perhatian pengunjung pasar.
Mengingat ada celukuk berkeliaran di pasar saat siang bolong, sembari membagikan tas berbahan ramah lingkungan.
Bukannya membuat  takut, justru hal ini sangat menarik bagi pengunjung pasar.
"Giat seperti bukan gagah-gagahan  semata, tapi bentuk kepedulian kita dengan lingkungan. Mudah-mudahan giat ini memberikan dampak yang besar, dan berlahan mengubah paradigma masyarakat, jika penggunaan sampah plastik yang sangat berbahaya bagi lingkungan, " cetusnya. (*)
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved