Gelombang Belum Bersahabat, Nelayan di Ujung Pesisi Karangasem Tak Melaut Sejak 4 Hari Lalu

Nelayan di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tak turun melaut sejak 4 hari lalu.

Gelombang Belum Bersahabat, Nelayan di Ujung Pesisi Karangasem Tak Melaut Sejak 4 Hari Lalu
Tribun Bali/Saiful Rohim
Jukung nelayan di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem berjejer di pesisi pantai, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Nelayan di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tak turun melaut sejak 4 hari lalu.

Penyebabnya gelombang di laut cukup tinggi, dan ikan mulai jarang ke peermukaan laut.

Kondisi ini terjadi sejak sepekan terakhir. Nelayan pun banyak yang mengeluh.

Romi, nelayan asal Ujung Pesisi menjelaskan, beberapa nelayan tak mau turun melaut lantaran sering merugi.

Mereka pilih menganggur untuk sementara hingga cuaca brsahabat dan hasil tangkapan melonjak. Nelayan berharap kondisi segera berubah, sehingga bisa kembali mengarungi lautan.

"Sekali turun melaut butuh 10 liter bensin, sekitar 100 ribu. Sedangkan hasil tangkapannya cuma dapat 5 - 6 ekor. Ruginya cukup banyak. Malahan beberapa nelayan tidak dapat ikan," kata Romi ditemui di Pantai Ujung, Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Ditambahkan, nelayan melaut sampai ke Lombok tapi hasil tangkapan sedikit. Apalagi harga ikan tongkol saat ini sekitar Rp 2.000 sampai Rp 2.500 perekor.

"Nggak hanya nelayan di Ujung yang mengeluh. Nelayan di daerah lain juga mengeluhkan cuaca laut dan populasi ikan. Kalau permintaan ikan tongkol cukup banyak, cuma kita belum bisa turun melaut karena cuaca belum bersahabat dan hasil tangkapan sedikit," tambah Romi.

Ia berjanji segera akan turun melaut jika kondisi gelombang sudah mebaik.

Untuk mengisi waktu, nelayan memilih memperbaiki peralatan, menambal jukung, manata jaring, serta mengecek kondisi jukung.

Ada pula sejumlah nelayan yang terpaksa beralih profesi sementara, seperti menjadi buruh bangunan serta petani demi memenuhi kebutuhan keluarga. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved