Jelang Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan Badung Pastikan Daging Babi Layak Konsumsi

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung memantau langsung pemotongan babi oleh masyarakat maupun RPH, Senin (22/7/2019).

Jelang Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan Badung Pastikan Daging Babi Layak Konsumsi
Tribun Bali/Agus Aryanta
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung memantau langsung pemotongan babi oleh masyarakat maupun RPH, Senin (22/7/2019) . 

TRIBUN-BALI.COM,  BADUNG  - Menjelang Hari Raya Galungan, banyak rumah pemotongan hewan (RPH) melakukan pemotongan babi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung pun turun untuk memantau langsung pemotongan babi oleh masyarakat maupun RPH, Senin (22/7/2019) kemarin.

Satu persatu babi diperiksa oleh petugas. Tak hanya babi yang hidup, daging babi yang telah disembelih juga diperiksa. Hal itu dilakukan guna memastikan layak/tidaknya daging babi tersebut untuk dikonsumsi.

“Iya Hari ini (kemarin) petugas sudah menyebar ke lapangan untuk memeriksa daging babi,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama.

Ia menyebut jumlah petugas yang turun ke lapangan terdiri dari 32 dokter hewan, 30 petugas teknis. Tim ini pun dibantu langsung oleh sekitar 100 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unud, Denpasar.

“Jadi, selain menyasar rumah potong hewan, petugas juga menyasar rumah warga yang melakukan pemotongan sendiri,” katanya.

Asrama menjelaskan, ada dua metode dalam pemeriksaan, yakni antemortem (saat hewan masih hidup) dan postmortem (setelah dipotong).

Pemeriksaan antemortem untuk melihat ciri-ciri fisik. Sedangkan pemeriksaan postmortem yang dilakukan ialah berupa pemeriksaan organ dalam hewan kurban seperti hati, limpa, dan paru.

“Kita memastikan daging itu tidak ada bakteri. Bahkan kami tidak mau setelah makan daging babi masyarakat kami terinfeksi penyakit,” katanya.

Ditanya apakah petugas menemukan daging babi tidak layak dikonsumsi, ia menegaskan seluruh daging babi yang dipotong oleh masyarakat layak untuk dikonsumsi.

“Semua sehat, dan layak dikonsumsi karena sudah dilakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung memperkirakan pemotongan hewan babi pada tahun 2019 sebanyak 2.500 ekor saja. Naik ketimbang tahun 2018 lalu sebanyak 2.243 ekor. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved