Mantan Pemain Manchester United, Gary Alexander Neville Kunjungi Annika Linden Centre Bali

Pria kelahiran 18 Febuari 1975 silam ini bercerita bahwa ia datang ke Bali untuk berlibur bersama keluarganya.

Mantan Pemain Manchester United, Gary Alexander Neville Kunjungi Annika Linden Centre Bali
Tribun Bali / Putu Dewi Adi Damayanti
Kegiatan Gary Alexander Neville di Annika Linden Centre (ALC), Denpasar, Bali, Senin (22/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pulau Bali memiliki daya tariknya tersendiri, tak jarang pulau yang dijuluki sebagai pulau seribu Pura ini sering didatangi artis maupun pemain sepakbola terkenal seperti halnya Mantan Pemain Manchester United, Gary Alexander Neville.

Pria kelahiran 18 Febuari 1975 silam ini bercerita bahwa ia datang ke Bali untuk berlibur bersama keluarganya.

Liburan kali ini pun menjadi liburan keempatnya di Bali.

Berbagai macam hal menjadi alasannya memilih Bali sebagai tempat untuk berlibur lagi, satu diantaranya adalah masyarakat Bali yang ramah, merasa aman di Bali, maupun perbedaan zona waktu yang cukup jauh dengan UK sehingga tidak ada yang menghubunginya saat sedang berlibur dan ia dapat menikmati waktu liburannya.

Namun ada hal berbeda dengan liburannya kali ini, disela-sela waktu liburannya Gary Alexander Neville menyempatkan dirinya berkunjung ke Annika Linden Centre (ALC), Denpasar, Bali, Senin (22/7/2019).

Ia datang berkunjung untuk melihat langsung kegiatan dari berbagai yayasan yang berada di bawah naungan ALC, diantaranya DNetwork, Puspadi Bali, Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK Bali), dan Yayasan Rama Sesana.

Selain itu Gary juga memberikan coaching clinic, melakukan tanya jawab dengan para pegawai maupun anak-anak yang berada di yayasan tersebut.

Tak lupa ia juga berbagi cerita/sharing tentang kehidupannya di dunia sepakbola.

Ia bercerita saat bermain bola ia memiliki role model yang menjadi panutannya yaitu orangtuanya dan mantan pemain sepakbola, Bryan Robson.

“Mereka mempunyai etos kerja yang tinggi, mereka pekerja keras, mereka selalu ontime, kemudian disiplin dan sebagainya, jadi menurutnya yang terpenting dalam hidup ini adalah kerja keras dan juga etos kerja yang tinggi karena itu yang bisa kita kontrol sedangkan diluar itu kita tidak bisa kontrol, kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kita tapi diri kita yang bisa kita kontrol, jadi kita harus bekerja keras dan juga etos kerjanya tinggi, itu yang terpenting menurut Gary dari hidup ini , “ucap Direktur ALC, Meda Arifin yang membantu menerjemahkan perkataan/ucapan dari Gary Alexander Neville.

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved