Peringatan Dini BMKG : Gelombang Tinggi Di Perairan Bali Capai 5 Meter

Beberapa perairan dengan tinggi gelombang 1.5-2.5 meter berpeluang terjadi di laut Bali, laut Sumbawa, Selat Lombok bagian Utara.

Peringatan Dini BMKG : Gelombang Tinggi Di Perairan Bali Capai 5 Meter
Tribun Bali / Novriana Windri
Tinggi ombak sekitar 2-3 meter di Pantai Biaung, Denpasar Timur, Selasa (23/7/2019). Air laut masih naik ke daratan sejauh 20 meter dari bibir pantai. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelombang tinggi hingga 45 meter berpeluang terjadi di perairan Bali bagian selatan.

Melalui rilis resmi BMKG, Selasa (23/7/2019), peringatan ini berlaku untuk Selasa-Jumat (23-26/7/2019).

Beberapa perairan dengan tinggi gelombang 1.5-2.5 meter berpeluang terjadi di laut Bali, laut Sumbawa, Selat Lombok bagian Utara.

Perairan dengan tinggi gelombang 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Badung hingga Selat Bali bagian Selatan, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Bali (Kuta, Tanah Lot, Nusa Dua, Pecatu, Ungasan, dan Perairan Selatan Nusa Penida) dan Perairan Selatan NTB.

Perairan dengan tinggi gelombang 4.0-5.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Bali dan NTB.

BMKG mengimbau agar diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu Nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 25 meter.

Kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dan 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, M Taufik Gunawan. 

Fenomena pasang maksimum air laut dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan. (*) 

Penulis: Noviana Windri
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved