Gempa 4,6 SR Guncang Bali Hari Ini, Begini Kondisi Persembahyangan di Hari Raya Galungan

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,9, dimutakhirkan menjadi M=4,6.

Gempa 4,6 SR Guncang Bali Hari Ini, Begini Kondisi Persembahyangan di Hari Raya Galungan
Ilustrasi gempa 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Hari Rabu 24 Juli 2019 pukul 09.29.13 WITA, wilayah Bali diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,9, dimutakhirkan menjadi M=4,6.

“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, kami BPBD sedang melakukan assesment ke semua Daerah (kabupaten/kota se-Bali) untuk memastikan kondisi di masyarakat terkait dampak gempa yang baru saja terjadi,” ujar Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin.

Made Rentin menambahkan laporan sementara yang kami terima via radkom (radio komunikasi) kondisi aman terkendali.

“Kegiatan masyarakat yang melakukan aktivitas persembahyangan Hari Raya Suci Galungan tetap berjalan lancar,” imbuhnya.

Demikian juga aktivitas wisatawan terpantau ramai lancar, aktivitas operasional bandara tetap normal. 

“Kami BPBD Provinsi Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat (Krama Bali khususnya) untuk tetap tenang jangan resah apalagi panik, ikuti arahan petugas dan hanya percaya dengan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemerintah dalam hal BPBD dengan BMKG, mengingat banyaknya informasi berita hoax,” tambahnya.

BPBD (Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali) selalu standby dan siap-siaga dengan personil lengkap didukung sarpras (sarana prasarana), untuk melakukan penanganan jika terjadi Bencana.

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kegawat-daruratan agar menghubungi call center Pusdalops BPBD Provinsi Bali di nomor 0361-251177.

“BPBD Provinsi Bali selalu siap-siaga dengan rumus 247, artinya 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu selalu melayani dan atensi serta siap-siaga antisipasi segala kemungkinan bencana, BPBD tidak pernah libur melayani bidang penanggulangan bencana termasuk kegawat-daruratan,” tutur Made Rentin.

 Episenter terletak pada koordinat 8,98 LS dan 114,17 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 km barat daya Jembrana, pada kedalaman 71 km.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

 “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault),” ungkap Taufik.

Ia menambahkan guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kuta IV MMI, Denpasar, Banyuwangi, dan Jember III MMI, Gianyar, Tabanan, dan Lombok Utara II MMI.

 Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved