Hendak Sembahyang Galungan, Kartini Temukan Bayi di Jalan, Saat Didekati Ternyata Sudah Meninggal

Di tengah perayaan hari raya Galungan, masyarakat Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Bangli justru digegerkan dengan penemuan bayi meninggal dunia

Tribunnews
Ilustrasi - Hendak Sembahyang Galungan, Kartini Temukan Bayi di Jalan, Saat Didekati Ternyata Sudah Meninggal 

Diungkapkan pula, jenazah bayi malang ini diketahui oleh warga sekitar bernama Ni Wayan Kartini, pukul 11.30 Wita. Dimana pada saat itu, wanita berusia 45 tahun tersebut hendak melaksanakan persembahyangan dalam rangka hari raya Galungan.

"Saat melintas di jalan lingkungan Banjar Lumbuan, ia melihat bayi terlentang di jalan. Dan saat didekati, bayi tersebut dalam keadaan sudah meninggal dunia. Atas penemuan itu, saksi menyampaikan kepada suaminya I Wayan Suweta," ujarnya.

Mendapati laporan dari sang istri, Suweta kemudian menghubungi I Putu Widiyuta yang mana merupakan anggota Polres Bangli.

Atas laporan tersebut, kemudian diteruskan ke Polsek Susut untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan pemeriksaan luar, ungkap AKP Ariawan, terdapat luka lecet pada tubuh bayi malang itu. Seperti di kepala bagian bawah, pelipis sebelah kanan, serta bagian tangan.

"Kita tidak bisa menyimpulkan dulu, apakah dia meninggal karena dibunuh di luar, atau meninggal saat di dalam kandungan," ucapnya.

Di sekitar lokasi penemuan jenazah bayi, imbuhnya, terdapat sebuah gudang yang tidak terpakai.

Di dalamnya terdapat kain sejenis handuk berwarna hijau yang masih baru, serta bercak darah di sekitarnya. Disinyalir bayi malang itu mulanya berada di dalam gudang tersebut.

"Kemungkinan kain hijau ini mulanya digunakan sebagai pembungkus bayi tersebut. Karena dikain itu juga terdapat bercak darah, tapi sudah kering. Namun kami belum tahu, mengapa jika ditaruh digudang, bayi itu ditemukan berada di luar," bebernya.

Tindak lanjut penemuan jenazah bayi laki-laki ini, AKP Ariawan menegaskan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan di sekitar lokasi.

Ia juga mengatakan, jenazah bayi tersebut akan dirujuk ke RSUP Sanglah untuk proses autopsi.

"Dari proses autopsi ini nantinya akan diketahui penyebab kematiannya," tandas dia.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved