Kamar Short Time Menjamur, Polisi Gerebek 7 Pelajar SMP, Diduga untuk Pasangan Bukan Suami Istri

Kamar Short Time Menjamur, Polisi Gerebek 7 Pelajar SMP, Diduga untuk Pasangan Bukan Suami Istri

Kamar Short Time Menjamur, Polisi Gerebek 7 Pelajar SMP, Diduga untuk Pasangan Bukan Suami Istri
Ilustrasi SMP 

TRIBUN-BALI.COM, TULUNGAGUNG - Para pemilik kos di Tulungagung sedang gencar memasarkan kamar kos untuk tamu.

Kamar-kamar kos bertarif murah itu dipasarkan lewat grup-grup yang ada di Facebook.

Bahkan, ada dugaan, kos-kos short time itu diperuntukkan bagi pasangan bukan suami istri.

Video Mesum PNS, Berhubungan di Rumah Saat Suami Tak Ada, Direkam Pakai Ponsel Cewek

Pemilik jasa persewaan ini selalu menekankan, lokasi di sekitar kota, aman, kamar mandi dalam serta fasilitas tisu.

Hasil penelusuran, harga yang ditawarkan mulai Rp 20.000 per jam, Rp 35.000 per dua jam, Rp 50.000 untuk 3 jam, Rp 65.000 untuk 4 jam, dan Rp 70.000 untuk 7 jam.

Ada pula paket malam, pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB seharga Rp 80.000.

Pesta Seks Digerebek Polisi, Para Tamu Sedang Beraksi Tanpa Busana

Sedangkan untuk paket 24 jam, tarifnya mencapai Rp 150.000.

Keberadaan persewaan kos short time ini diduga ditawarkan untuk pasangan bukan suami istri.

Salah satu indikasinya, saat 7 siswa SMP digerebek di salah satu kamar kos sedang pesta minuman keras, pada bulan April 2019 lalu.

Kamar kos yang dipakai, diketahui disewa dengan durasi beberapa jam.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved