Tiga Lokasi di Bali dengan Peristiwa Gempa Terparah, BMKG Ungkap Fakta Sejarah Kelam Ini

Gempa memiliki sejarah kelam bagi semua orang, termasuk juga di Bali. Terakhir, Bali kembali diguncang gempa berkekuatan 5,8 magnitudo

Tiga Lokasi di Bali dengan Peristiwa Gempa Terparah, BMKG Ungkap Fakta Sejarah Kelam Ini
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
(Ilustrasi) Puing kerusakan di Pura Puseh Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo Jembrana pasca gempa dinihari pada Kamis (11/10/2018) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gempa memiliki sejarah kelam bagi semua orang, termasuk juga di Bali.

Terakhir, Bali kembali diguncang gempa berkekuatan 5,8 magnitudo pada Selasa (16/7/2019) lalu.

Nah, berdasarkan catatan sejarah dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ternyata memiliki sejarah panjang dalam urusan gempa, terbilang ada memiliki tiga sumber gempa di Bali selama ini.

Kepala Bidang Manajemen Operasi Seismolgi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Ardika Rudyanto, mengatakan, selama sepanjang sejarah gempa di Bali terdapat tiga sumber gempa dan tsunami di Bali.

Sumber gempa tersebut ialah ada di bagian utara laut Bali, Kecamatan Seririt (Kabupaten Buleleng) dan bagian selatan Bali.

"Catatan pertama terjadi di perairan utara Bali, ada namanya sesar naik Flores. Gempa ini sangat pelan, silent, dan tidak selalu menimbulkan gempa tapi dia konsisten mengumpulkan energi," kata dia.

Gempa ini bahkan pernah tercatat pada era setelah kolonial, di antaranya pada tahun 1815 dengan kekuatan 7 magnitudo Skala Richter (SR), diikuti dengan tsunami dan memakan korban jiwa meninggal dunia mencapai ribuan.

"Namun kita tak tahu pastinya, ada yang bilang 1500-an ada 1000-an. Tsunami juga tercatat banyak versi ada yang lebih 10 meter ada lebih 12 meter," terangnya.

Berikutnya, pada tanggal 13 Mei 1857, tercatat gempa juga melanda wilayah Bali Utara, kali ini berkekuatan 7 magnitudo. Gempa bumi kuat dengan episenter di laut ini dilaporkan memicu tsunami yang menyebabkan sebanyak 36 orang meninggal dunia.

Ketiga, sumber gempa kali ini terjadi di wilayah Seririt, Kabupaten Buleleng hingga berkekuatan 6,5 magnitudo pada 14 Juli 1976.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved