60 Calon Jemaah Haji Jembrana Diberangkatkan ke Tanah Suci
Suasana haru mewarnai keberangkatan 60 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jembrana, pergi ke tanah suci
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
60 Calon Jemaah Haji Jembrana Diberangkatkan ke Tanah Suci
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Suasana haru mewarnai keberangkatan 60 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jembrana, diberangkatkan ke tanah suci, Arab Saudi, Kamis (25/7/2019).
Kepergian CJH diiringi tangis sanak keluarga dalam pelepasan keberangkatan di Gedung Ir Soekarno, Kecamatan Jembrana, Jembrana, Bali.
Air mata keluarga menetes setelah Bupati dan Wakil Bupati Jembrana melepas para jemaah menuju emb
Air mata terurai ketika CJH usai dilepas Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, untuk menaiki bus menuju embarkasi di Surabaya.
Mereka terlihat berpelukan dan bersalaman sambil berurai air mata. Para jemaah saling memohon maaf dan meminta doa untuk keselamatan selama perjalanan dan saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Sebanyak 60 CJH ini masuk dalam gelombang pertama, dari dua gelombang yang ada di bumi makepung pada tahun 2019 ini.
• Robert Rene Alberts Nilai Absennya Pacheco Tak Kurangi Kekuatan Bali United
• Ada Dua Sirene Peringatan Tsunami di Denpasar, Begini Kondisinya Saat Ini
Mereka akan ditampung terlebih dahulu di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, dan menjalani pengecekan kesehatan, sebelum berangkat ke Arab Saudi pada Sabtu (27/7/2019).
Petugas Haji dan Umroh Departemen Agama RI Kabupaten Jembrana, Muslihin menyatakan, untuk Kabupaten Jembrana tahun 2019 ini, kuota haji sekitar 138 orang, terbagi dalam dua gelombang atau kloter.
Kloter pertama diberangkatkan, Kamis (25/7/2019) pagi. Sedangkan kloter kedua sekitar 78 CJH, berangkat Minggu (4/8/2019) mendatang.
"Secara simbolis hari ini semua dilepas. Tapi yang berangkat kloter pertama 60 orang. Sisanya Minggu, 4 Agustus mendatang. Untuk keseluruhan, jatah haji provinsi Bali itu sekitar 1.054," ucapnya.
Dijelaskannya, satu orang dari CJH, meninggal dunia karena kondisi tubuh yang menurun. Dan satu orang lagi dipastikan tidak dapat menunaikan ibadah haji karena tidak memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji.
• Sukses Turunkan Berat Badan dengan Diet Semangka 5 Hari, Ini Caranya
• Bukan Egy Maulana, Sosok ini Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di Kompetisi Antar Klub Eropa
"Untuk yang Minggu depan masuk kloter 84. Dari 138 yang dipastikan berangkat hanya 136. Dua gagal berangkat karena satu orang meninggal dan satu lagi tidak memenuhi syarat," jelasnya.
Total 136 CJH itu sendiri, dirinci Muslihin, dari Kecamatan Melaya sebanyak 13 orang. Kemudian dari Kecamatan Negara, sebanyak 84 orang, dari Kecamatan Jembrana, 30 orang, Kecamatan Mendoyo 4 orang dan Pekutatan 5 orang.
Sedangkan untuk jemaah haji paling muda yang berangkat, ialah Abdolloh Al Rodli (25) dari Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.
Kemudian untuk CJH tertua ialah Siti Maryam (89) warga Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali.
Muslihin menyebut, setiap CJH akan melaksanakan ibadah haji selama 40 hari di tanah suci.
Diharapkan memang setelah pulang dari tanah suci, dan balik ke kampung halaman, akan menjadi haji yang mabrur.
"Harapannya supaya menjadi haji yang mabrur," ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/isak-tangis-dan-haru-mewarnai-keberangkatan-60-calon-jemaah-haji-asal-jembrana.jpg)