61 Warga Binaan Lapas Perempuan Denpasar Galungan di Balik Jeruji Besi, Begini Cerita Bunda Prapti

Kebersamaan tercipta saat perayaan Galungan di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar.

61 Warga Binaan Lapas Perempuan Denpasar Galungan di Balik Jeruji Besi, Begini Cerita Bunda Prapti
Tribun Bali/Noviana Windri
DI LAPAS - Suasana perayaan Galungan di dalam Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Rabu (24/7/2019).   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Kebersamaan tercipta saat  perayaan Galungan di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar. 

SEBANYAK 61 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar merayakan Galungan di balik jeruji besi, Rabu (24/7).

Seperti disaksikan Tribun Bali,  sekitar pukul 08.00 Wita, WBP bersiap-siap untuk  sembahyang di Padmasana yang ada di dalam Lapas.

Persembahyangan dipimpin WBP yang akrab disapa Bunda Prapti mulai pukul 09.00 Wita.

Dengan mengenakan pakaian adat lengkap,  WBP beragama Hindu melaksanakan persembahyangan dengan penuh khidmat.

Kendati jauh dari keluarga,  Bunda Prapti merasakan semangat kekeluargaan terjalin di penjara tersebut. 

Saat penampahan Galungan, mereka ngelawar bersama-sama.

"Kemarin kami ngelawar bersama. Ada daging ayam, entok dan babi. Kemudian kami kumpul dan makan bersama-sama. Meski tidak dengan keluarga, tapi di sini saya juga merasakan kekeluargaan," ujarnya.

Bunda Prapti yang telah lama mendekam di dalam penjara, menceritakan sehari sebelum Hari Raya Galungan, Selasa (23/7), ia telah dijenguk oleh keluarganya.

"Karena di sini kalau pas hari H tidak dibuka jam jenguk," ujarnya.

Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Lili mengucapkan selamat kepada warga binaan yang merayakan Galungan.

Lili berharap mereka diberi kebahagiaan dan bisa diterima kembali di lingkungan masyarakat ketika bebas kelak.

"Kami segenap keluarga besar Lapas Klas IIA Denpasar mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Diharapkan WBP bisa menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahannya, memperbaiki diri sehingga setelah bebas nanti dapat diterima oleh lingkungan masyarakat dan menjadi warga negara yang baik," ujarnya.

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved